Indonesia-Malaysia perkuat kolaborasi kebudayaan lewat Madani Malindo

1 day ago 9

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama keilmuan, kebudayaan dan keagamaan melalui gelaran forum "Madani Malaysia-Indonesia" (Malindo).

"Bagi Kementerian Kebudayaan ini adalah bagian dari upaya untuk promosi kerja sama dan diplomasi budaya antara dua negara yang memang banyak memiliki ikatan budaya dan peradaban yang sangat panjang kita berharap para cendekiawan bisa terus membangun budaya dan peradaban secara bersama-sama," ujar Menteri Kebudayaan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Kedua negara yang masih memiliki kedekatan dari sisi akar budaya, sejarah dan rumpun Bahasa yang sama sehingga diharapkan ke depan dapat bersama-sama memajukan kebudayaan kedua negara.

Baca juga: Indonesia-Malaysia percepat pembangunan sosial ekonomi di perbatasan

Pada kesempatan yang sama, Ketua The Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) Din Syamsuddin mengatakan bahwa kolaborasi Indonesia dan Malaysia melalui "Madani Malindo" ini diharapkan mampu menjadi pemantik kebangkitan dunia Islam di Kawasan Asia Tenggara.

"Madani Malindo ini selain secara khusus memperbincangkan tentang Kawasan negara Madani yang digagas oleh Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Anwar Ibrahim juga akan meluas nantinya untuk memperbincangkan strategi kebudayaan umat Islam Asia Tenggara termasuk Indonesia-Malaysia dalam rangka menyongsong bahwa pusat dan akar dari kebangkitan Malaysia dalam Kawasan kita ini," katanya.

Dari sisi kebudayaan, Indonesia dan Malaysia telah menjalin kerja sama dalam pemajuan dan pelindungan kebudayaan melalui pengajuan bersama (joint nomination) untuk mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) ke UNESCO.

Baca juga: Organisasi Malindo beri bantuan Gudep Pramuka KBRI Kuala Lumpur

Kemudian pada tahun ini, kedua negara mengajukan teater tradisional Mak Yong ke UNESCO melalui mekanisme extended nomination atau nominasi ekstensi yang telah dilakukan Malaysia lebih dahulu terdaftar pada 2008.

"Karena di Kepulauan Riau itu Mak Yong juga berkembang di Malaysia sudah dicatatkan juga lebih awal dan juga saya kira banyak persamaan-persamaan intangible cultural heritage kita dengan Malaysia dan juga tentu saja soal bahasa saya melihat potensi mengembangkan bahasa Indonesia Melayu itu luar biasa," pungkas Fadli Zon.

Gelaran Madani Malindo yang kedua ini menjadi forum lintas negara untuk memperkuat kerja sama pada bidang keilmuwan dan kebudayaan untuk memperkuat peradaban Melayu Islam yang dihadiri puluhan cendekiawan dari Indonesia dan Malaysia.

Baca juga: TNI AL terima kunjungan TLDM di momen penutupan Patkor Malindo 2025

Baca juga: Kalbar matangkan isu trategis jelang Sosek Malindo di Miri Malaysia

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |