Jakarta (ANTARA) - Institusi pendidikan tinggi Indonesia memperkuat daya saing tenaga kerja nasional di tingkat regional melalui kerja sama pengembangan kurikulum dan riset kesehatan bersama lembaga pendidikan Brunei Darussalam.
Kerja sama internasional yang dilakukan antara Universitas Binawan dengan Jerudong Park Medical Centre (JPMC) College of Health Sciences Chung Yea Fui di Bandar Seri Begawan, Brunei, ini bertujuan meningkatkan standar lulusan tenaga kesehatan agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional, khususnya di kawasan ASEAN.
"Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran internasional yang relevan serta mendorong lahirnya lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat global," kata Plh Rektor Universitas Binawan Farouk Abdullah Alwyni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Kerja sama dengan JPMC College of Health Sciences tersebut mencakup program pertukaran civitas akademika, penyelenggaraan forum ilmiah bersama, serta diseminasi informasi akademik untuk mempercepat transfer teknologi kesehatan ke tanah air.
Baca juga: Prodi S3 Perbankan Syariah FEB UIN Jakarta raih Akreditasi Unggul
Kedua belah pihak berkomitmen mengembangkan inisiatif riset berkelanjutan guna mendukung kemajuan sektor kesehatan dan standar pelayanan medis di wilayah Asia Tenggara.
Chief Executive Officer JPMC College of Health Sciences Chung Yea Fui menekankan bahwa sinergi lintas negara ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan secara kolektif.
"Kemitraan ini membuka peluang besar untuk pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di kawasan," ungkap Chung Yea Fui.
Melalui kemitraan ini, institusi pendidikan Indonesia juga melakukan peninjauan standar layanan kesehatan bertaraf internasional melalui fasilitas rumah sakit di Brunei untuk memperkaya referensi pengembangan kurikulum nasional.
Upaya ini bertujuan untuk mempersempit celah kompetensi antara tenaga kesehatan lokal dengan standar global melalui pembelajaran berbasis praktik yang terintegrasi dengan jaringan rumah sakit internasional.
Penguatan jejaring internasional ini menjadi bagian dari agenda nasional dalam memastikan lulusan perguruan tinggi kesehatan Indonesia memiliki sertifikasi dan kemampuan yang diakui di pasar kerja luar negeri.
Baca juga: Anggota DPR dukung pembagian peran PTN dan PTS
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































