Moskow (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, mengumumkan bahwa proses evakuasi ribuan pelaut dari kapal-kapal yang terdampar di Teluk Persia dimulai.
"Kami akan mulai melaksanakan rencana evakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang masih terdampar di wilayah tersebut. Operasi besar-besaran ini akan dilakukan melalui kerja sama erat dengan Iran, Oman, seluruh negara pesisir lainnya di kawasan, Amerika Serikat serta industri maritim," kata Dominguez melalui pernyataan, Selasa.
Ia mencatat bahwa IMO telah memberikan semua jaminan keamanan yang diperlukan dan yakin bahwa kondisi saat ini memungkinkan kapal-kapal untuk melintas dengan aman.
Pada 18 Juni dini hari, Iran dan AS telah menandatangani memorandum secara jarak jauh untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.
MoU tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan laut, serta bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Selain itu, Iran juga berkomitmen untuk tidak memperoleh senjata nuklir, sementara isu terkait program nuklirnya akan diselesaikan melalui kesepakatan terpisah.
Kedua belah pihak diharapkan dapat melakukan negosiasi terkait isu ini selama 60 hari ke depan. Bagi Iran, tujuan utamanya adalah pencabutan sederet sanksi yang dijatuhkan kepadanya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Iran: 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Baca juga: IMO ingatkan kapal-kapal tak lintasi Hormuz tanpa jaminan keamanan
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































