IMF: Operasi militer AS terhadap Iran berisiko dorong inflasi global

5 hours ago 1

Washington (ANTARA) - Operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran berpotensi meningkatkan inflasi global jika konflik berlangsung lama, kata juru bicara Dana Moneter Internasional (IMF), Julie Kozack, pada Kamis.

“Jika berkepanjangan, harga energi yang lebih tinggi akan mendorong kenaikan inflasi utama,” kata Kozack dalam pengarahan pers.

Menurut perhitungan IMF, kenaikan harga minyak sebesar 10 persen dalam jangka panjang dapat meningkatkan inflasi global sebesar 40 basis poin dan menurunkan output global sebesar 0,1 hingga 0,2 persen, tambahnya.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Kemudian, Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan terhentinya secara de facto lalu lintas di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan.

Sebagai bagian dari upaya menekan harga minyak, AS memberikan pengecualian sanksi atas pembelian minyak Rusia oleh India yang dimuat ke kapal tanker sebelum 5 Maret, serta kemudian untuk seluruh minyak dan produk minyak Rusia yang dimuat ke kapal sejak 12 Maret.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Konflik Iran-Israel dinilai ancam harga minyak dan inflasi global

Baca juga: Krisis energi, ancaman inflasi, dan wacana solusi stabilitas ekonomi

Penerjemah: Primayanti
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |