Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) Syaiful Sutan Aswar mengatakan organisasi tersebut terlibat aktif untuk membantu klub dalam mengembangkan potensi atlet-atlet jetski di Tanah Air, sehingga proses regenerasi berjalan lancar.
Dia menjelaskan, IJBA berusaha untuk terus memperkuat proses regenerasi atlet jetski nasional dengan mendorong peran klub sebagai ujung tombak pembinaan, sekaligus memberikan pendampingan untuk meningkatkan kualitas atlet menuju level internasional.
"Jadi klub-klub itu tetap berafiliasi ke IJBA, yang mana nanti kami membantu mereka untuk menjalankan proses pengembangan atlet, karena dengan begitu bisa lebih fokus kepada peningkatan prestasi," kata Syaiful di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut dia menjelaskan, IJBA kini lebih memfokuskan peran sebagai penguat pembinaan.
Menurut dia, pola tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan demikian, klub tidak hanya berorientasi mengikuti kejuaraan, tetapi juga mampu menghasilkan atlet yang memiliki kualitas untuk bersaing pada level yang lebih tinggi.
Pria yang kerap disapa Fully itu menyatakan, untuk membentuk atlet jetski berkelas dunia bukan perkara mudah. IJBA pernah mengirim sejumlah atlet untuk bertanding di Amerika Serikat sebagai bagian dari proses peningkatan pengalaman bertanding, namun hasil yang diperoleh belum sesuai harapan.
Berangkat dari pengalaman tersebut, organisasi kini memilih menghadirkan turnamen berstandar internasional di dalam negeri agar lebih banyak atlet muda mendapatkan kesempatan mengukur kemampuan, tanpa terkendala biaya perjalanan ke luar negeri.
Salah satu upaya itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia International Jetsport Grand Prix (IGP) 2026 di Jetski Academy Indonesia, Ancol, Jakarta, pada 2-6 Desember 2026.
Ajang tersebut diharapkan menjadi panggung bagi atlet nasional untuk bersaing dengan pembalap dunia sekaligus mempercepat peningkatan kualitas mereka.
Sebelum IGP 2026 digelar, IJBA juga akan mengadakan turnamen nasional sebagai bagian dari proses seleksi atlet yang dinilai layak naik ke level internasional.
"Meski tidak sebanyak dulu tetapi jumlah klub sampai saat ini masih ada puluhan, namun memang yang memenuhi standar kelas dunia masih terbatas sehingga butuh banyak jam terbang kualifikasi dan turnamen," ujar dia.
Baca juga: IJBA menggelar Indonesia International Jetsport Grand Prix 2026
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































