Beirut (ANTARA) - Gerakan Ansar Allah di Yaman, yang juga dikenal sebagai Houthi, telah menyerang delapan kapal tanker Arab Saudi sejak 20 Juli dan menghadang jalur 48 kapal lainnya, demikian juru bicara militer kelompok tersebut Yahya Saria, Rabu.
"Sejak pengumuman larangan pelayaran maritim bagi lawan kami, Arab Saudi, pada 20 Juli hingga hari ini, angkatan bersenjata Yaman telah melancarkan serangan terhadap delapan kapal tanker minyak Arab Saudi. Lima di Laut Merah dan tiga di Teluk Aden serta Laut Arab," kata Saria melalui aplikasi Telegram.
Houthi juga mencegah 48 kapal tanker Arab Saudi untuk melintas dan memaksa mereka mengubah arah, tambah juru bicara tersebut.
"Sebanyak 34 kapal dihentikan di Laut Arab dan Samudra Hindia, sementara 14 kapal lainnya di Laut Merah," ujarnya.
Saria menegaskan bahwa tindakan itu dilakukan dalam kerangka strategi gerakan tersebut yang mengusung prinsip "blokade dibalas dengan blokade."
Kelompok Houthi juga mengklaim telah menghancurkan dua kapal pendarat dan lebih dari 10 perahu militer, namun sejauh ini belum ada konfirmasi independen terkait informasi tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Ketegangan di Laut Merah, Houthi klaim kapal minyak Saudi ubah haluan
Baca juga: Kelompok Houthi serang tiga kapal tanker Saudi dalam dua hari
Baca juga: Houthi akui serang kapal tanker Inggris dan tembak jatuh drone AS
Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































