Moskow (ANTARA) - Pemerintah Honduras mengumumkan status darurat nasional akibat kekeringan yang melanda 75 dari 298 kotamadya di negara tersebut, demikian disampaikan kantor Presiden Honduras Nasry Asfura pada Rabu.
"Pemerintah menyatakan status darurat atas kekeringan di 75 kotamadya," ungkap kantor kepresidenan melalui platform X.
Presiden Asfura telah menugaskan pihak berwenang untuk menyalurkan bantuan makanan, air, dan layanan kesehatan kepada masyarakat, serta memberikan dukungan tambahan bagi produksi pertanian di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.
Selain status darurat tingkat tertinggi di 75 kotamadya tersebut, Komisi Kontinjensi Permanen Honduras (COPECO) melalui media sosial menyampaikan bahwa status siaga kuning juga diberlakukan untuk 71 wilayah pemukiman.
Di wilayah-wilayah tersebut, otoritas akan meningkatkan pengawasan dan menyiapkan rencana kontinjensi jika sewaktu-waktu diperlukan.
COPECO mencatat bahwa kondisi kekeringan yang melanda negara di Amerika Tengah itu berkaitan dengan dampak fenomena El Nino.
El Nino merupakan fenomena alam yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut yang tidak biasa di Samudra Pasifik ekuatorial.
Perubahan suhu yang dihasilkan dapat memicu gangguan cuaca ekstrem, yang menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah dan banjir di wilayah lainnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Peneliti: El Nino menguat, suhu global berpotensi kembali naik
Baca juga: Inggris catat Juli terkering sepanjang sejarah pada 2026
Baca juga: Dasar Sungai Danube terlihat saat permukaan air dekati rekor terendah
Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































