Hoaks! Video TNI akan audit dana desa yang terindikasi korupsi

11 hours ago 7

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video berdurasi 20 detik yang beredar di Facebook menampilkan seorang pria berseragam TNI membawa map berwarna hijau, sementara di belakangnya terlihat beberapa orang, termasuk sosok yang berpakaian seperti kepala desa dan aparat desa, dengan posisi menunduk.

Unggahan tersebut disertai narasi yang mengklaim bahwa TNI menangkap kepala desa yang menyalahgunakan bansos dan dana desa, serta mengajak warganet melaporkan kepala desa yang menyelewengkan anggaran agar TNI segera bertindak dan melakukan audit.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“Inilah contoh kepala desa yang tertangkap menyalahgunakan bansos dan dana desa. Bantuan rakyat bukan untuk pribadi kalian. Ini uang negara yang seharusnya tepat sasaran bukan untuk memperkaya diri sendiri. Jika ditempat kalian ada kepala desa yang menyelewengkan dana desa bansos laporkan kepada kita. Kami akan segera bertindak. Yang setuju dengan TNI, kepala desa diaudit berikan like”

Namun, benarkah video TNI memarahi dan akan mengaudit kepala desa yang terindikasi korupsi dana desa?

Unggahan video yang menarasikan TNI akan audit dana desa yang terindikasi korupsi. Faktanya, video tersebut merupakan hasil AI. (Facebook)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari TNI yang menyebut TNI akan mengaudit kepala desa yang terindikasi korupsi dana desa atau bansos seperti klaim dalam unggahan.

Pemeriksaan menggunakan AI Detector juga menunjukkan bahwa video tersebut sangat kuat terindikasi merupakan hasil kecerdasan buatan (AI).

Hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector. (Hive Moderation)

Dengan demikian, narasi TNI memarahi dan akan mengaudit kepala desa yang korupsi dana desa atau bansos merupakan pernyataan tidak berdasar.

Klaim: Video TNI akan audit dana desa yang terindikasi korupsi

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |