Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

11 hours ago 5

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video berdurasi 30 detik yang beredar di TikTok menarasikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak permintaan untuk dicalonkan sebagai wakil presiden, serta menyebut dirinya hanya ingin mengembalikan harga bensin, beras, dan sembako agar tetap murah dan stabil seperti pada masa Presiden Soeharto

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“Tadi ada yang meminta saya untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden, saya tidak mau. Saya menolak untuk dicalonkan menjadi wakil presiden, saya hanya bercita-cita mengembalikan harga bensin, beras dan sembako tetap murah dan stabil seperti pada zaman Pak Soeharto dulu”

Namun, benarkah video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres tersebut?

Unggahan video yang menarasikan Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres. Faktanya, video tersebut merupakan hasil AI. (Facebook)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan video maupun pernyataan resmi dari Purbaya yang berisi ucapan seperti dalam unggahan tersebut.

ANTARA juga memeriksa video tersebut menggunakan AI Detector Hive Moderation dan hasilnya menunjukkan video itu kuat terindikasi merupakan hasil kecerdasan buatan (AI).

Hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector. (Hive Moderation)

Adapun sebelumnya, Purbaya memang pernah menanggapi isu peluangnya maju sebagai calon wakil presiden setelah popularitasnya meningkat usai dilantik menjadi Menteri Keuangan, tetapi ia menyatakan tidak memikirkan hal tersebut dan memilih fokus bekerja.

"Nggak, nggak mikir sama sekali. Kerja juga belum. Ini kan baru cuma di permukaan saja, yang di bawahnya belum kita sisir betulan. Jadi nggak kepikiran sama sekali. Gue nggak peduli juga," ungkap Purbaya, dilansir dari ANTARA.

Dengan demikian, video dengan klaim Purbaya menyatakan menolak dijadikan wakil presiden sambil menyampaikan pernyataan soal harga sembako seperti di era Soeharto tidak benar.

Klaim: Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan Wapres

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |