Harbin Institute of Technology
Harbin, China (ANTARA/Xinhua-AsiaNet) – Konferensi Internasional Kedua tentang Kepemimpinan Iklim diselenggarakan di Harbin, Ibu Kota Musim Panas, pada 18 hingga 20 Juli 2026. Diselenggarakan bersama oleh Business School, Harbin Institute of Technology, Bartlett School of Sustainable Construction, UCL, dan Chinese Economic Association UK/Europe, konferensi tersebut menghimpun lebih dari 300 pakar dan akademisi dari 111 universitas dan lembaga penelitian di 23 negara dan kawasan. Bersama perwakilan dari organisasi internasional, termasuk United Nations Development Programme (UNDP), kalangan dunia usaha, serta jurnal akademik terkemuka, para peserta membahas perkembangan mutakhir dan praktik global dalam kepemimpinan iklim, sekaligus menyumbangkan pemikiran dan solusi China bagi tata kelola iklim global. Climate Leadership Initiative, yang diusulkan bersama oleh HIT dan UNDP, secara resmi diluncurkan dalam konferensi tersebut.
Konferensi ini menghadirkan jajaran akademisi kelas dunia, dengan pembicara utama yang mencakup anggota Royal Society of Canada, Academy of the Social Sciences in Australia, European Academy of Sciences, dan Royal Society of Edinburgh, serta pemimpin redaksi jurnal terkemuka, termasuk Academy of Management Journal dan Review of Economic Studies. Para pakar terkemuka juga mencakup mantan Wakil Direktur Divisi Kerja Sama Regional, United Nations Environment Programme (UNEP), anggota Dewan Eksekutif China Energy Research Society, serta asisten perwakilan tetap UNDP di China. Mencakup bidang manajemen, ekonomi, dan ilmu lingkungan, para pembicara tersebut mewakili garis terdepan global di bidang tersebut.
Sementara itu, para pemimpin redaksi dari lebih dari 10 jurnal terkemuka, termasuk jurnal-jurnal dalam Nature Portfolio dan Cell Press, berkumpul dalam Journal Editors Session untuk membahas tren-tren mutakhir. Lima organisasi internasional—UNDP, UNEP, WWF, WRI, dan CBI—berpartisipasi secara luas, dengan UNDP untuk pertama kalinya menyelenggarakan sesi gabungan khususnya sendiri, yang menegaskan pengaruh internasional konferensi tersebut.
Konferensi tersebut bersama-sama meluncurkan The Climate Leadership Initiative, yang menyoroti peran disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan bisnis dalam menghubungkan inovasi teknologi iklim, praktik bisnis, serta pengambilan keputusan tata kelola. Inisiatif ini menyerukan penguatan kolaborasi antara sekolah bisnis, fakultas sains dan teknik, lembaga penelitian, dan perusahaan, sekaligus menandai langkah penting HIT dalam memanfaatkan keunggulan disiplin ilmunya yang khas untuk membantu universitas-universitas China bertransformasi dari peserta menjadi pemimpin dalam tata kelola iklim global.
Sebagai universitas terkemuka yang mengintegrasikan pendidikan sains, teknologi, dan bisnis, HIT telah membangun platform kolaborasi internasional. Mulai dari mempertemukan akademisi global hingga meluncurkan inisiatif tersebut, HIT telah menunjukkan melalui tindakan nyata bahwa universitas-universitas China tidak hanya dapat berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai penentu agenda dan penggerak dalam tata kelola iklim global. Dengan pola pikir yang terbuka, institusi teknik yang telah berdiri selama satu abad ini memberikan solusi China bagi pembangunan berkelanjutan global.
Sumber: Harbin Institute of Technology
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































