Medan (ANTARA) - Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution menyebut Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) yang merupakan agenda tahunan pemerintah provinsi menjadi etalase promosi kekayaan alam, budaya, dan potensi pariwisata daerah..
"Tujuan pelaksanaan PRSU bukan hanya sebagai panggung hiburan, tetapi juga ruang pertemuan investasi, promosi potensi daerah, kekayaan budaya, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia," ujar Saipullah di Madina, Kamis.
Ia mengatakan, keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam PRSU menjadi upaya untuk memperkenalkan lebih luas lagi produk unggulan wilayah itu.
Saipullah mengatakan kegiatan PRSU memberi kesempatan pemerintah daerah untuk memperkenalkan seluruh potensi yang dimiliki kepada khalayak luas
"Di PRSU, kami menghadirkan beragam produk unggulan daerah, seperti olahan pangan lokal berupa labu jipang, alame, ubi jalar, kipang, serta kopi Mandailing yang telah dikenal luas," kata dia.
Selain itu, paviliun Madina juga menampilkan kerajinan tangan khas daerah, di antaranya amak lampisan berbahan pandan, produk rotan, serta hasil pertanian.
"Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan, melestarikan, sekaligus mengembangkan warisan budaya kepada generasi penerus," sebut dia.
Baca juga: PRSU, dari panggung budaya ke etalase ekonomi Sumatera Utara
Baca juga: Kemen UMKM minta Pekan Raya Sumut jadi ajang 'business matching' UMKM
Saipullah menilai, PRSU tidak hanya berdampak pada skala kabupaten, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan kepada tingkat nasional bahwa Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang.
"Budaya harus menjadi fondasi dalam membangun masa depan. Bahasa, adat istiadat, seni, kuliner, hingga nilai gotong royong merupakan identitas yang wajib dijaga dan diwariskan," sebut dia.
Dalam rangkaian kegiatan itu, digelar Malam Pesona Pagelaran Seni Budaya Mandailing Natal yang menampilkan berbagai atraksi seni tradisional, seperti prosesi adat, tor-tor, tari-tarian, musik daerah, hingga penampilan Gordang Sambilan yang melibatkan unsur pemerintah daerah dan tokoh adat.
"Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya sekaligus menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih jauh Mandailing Natal," ujarnya.
Pelaksanaan PRSU ke-50 tahun ini digelar sejak 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Harmoni Emas”. Kegiatan tersebut menghadirkan pameran pembangunan dari 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Sumut) serta perwakilan Penang, Malaysia.
Baca juga: Gubernur Sumut mendukung PRSU masuk Karisma Event Nusantara
Baca juga: KAI hadirkan promo tiket 20 Persen di Pekan Raya Sumut
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































