Hindari serangan Houthi, kapal induk AS kitari Afrika menuju Timteng

5 hours ago 2

Washington (ANTARA) - Kapal induk Amerika Serikat USS George H.W. Bush beserta kapal pengawalnya berlayar mengelilingi Afrika bagian selatan di tengah blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz.

Langkah ini diambil dengan menghindari Laut Merah dan Bab el-Mandeb guna mengantisipasi kemungkinan serangan dari kelompok Houthi, demikian dilaporkan USNI News, Senin (13/4) dengan mengutip pejabat pertahanan.

Demi alasan keamanan, kapal induk tersebut tidak melintasi Selat Gibraltar menuju Laut Mediterania, yang biasanya menjadi jalur umum bagi kapal induk berbasis Pantai Timur AS menuju Timur Tengah. Laporan tersebut menyebutkan kapal kini bersiap bergabung dengan kekuatan angkatan laut yang terus bertambah di Laut Arab.

Sebelumnya pada hari yang sama, Komando Pusat AS mulai memberlakukan blokade di jalur perairan tersebut sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Donald Trump setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan.

Pada Sabtu, Iran dan Amerika Serikat memulai pembicaraan di Islamabad setelah Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan.

Namun pada Ahad (12/4) pagi, Pemimpin Delegasi AS, Wakil Presiden J.D. Vance, menyatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut dan delegasi AS akan kembali tanpa hasil.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: AS prediksi harga minyak akan memuncak dalam beberapa pekan

Baca juga: Militer AS mulai blokade pelabuhan Iran di tengah gencatan senjata

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |