Hasto: Pertemuan Megawati-Prabowo akrab bak teman lama

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan suasana pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa hari lalu, terasa sangat cair, meski merupakan agenda formal kenegaraan.

Hasto mengungkapkan Megawati menganggap pertemuannya dengan Prabowo sebagai ajang silaturahmi dua orang sahabat yang sudah lama saling mengenal.

​"Ibu Megawati Soekarnoputri sudah bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo beberapa hari yang lalu. Bahkan pertemuan dikatakan oleh Ibu Mega sebagai pertemuan 'teman lama'," kata Hasto dalam konferensi pers di Gedung B Kantor DPP PDIP, di Menteng, Jakarta, Sabtu.

​Hasto menambahkan durasi pertemuan yang cukup lama di Istana tersebut dimanfaatkan kedua tokoh bangsa untuk berdiskusi mendalam.

Keduanya tidak hanya bernostalgia, namun juga membahas berbagai persoalan strategis yang tengah dihadapi bangsa dan negara saat ini.

​"Pertemuannya berlangsung sangat akrab, membahas berbagai persoalan bangsa dan negara," ujarnya.

Bagi PDIP, pertemuan tersebut merupakan manifestasi dari jati diri bangsa yang mengedepankan dialog dan musyawarah.

​Hasto juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan silaturahmi Megawati dengan para mantan presiden lainnya pada momen Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia menegaskan bahwa esensi Lebaran bagi Megawati adalah semangat persaudaraan yang bersifat universal.

​Hasto pun mengingatkan bahwa tradisi halalbihalal yang kini menjadi budaya nasional merupakan warisan ideologis dari Presiden ke-1 RI Bung Karno.

Secara historis, istilah halalbihalal dicetuskan pada 1948 oleh Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah atas saran Bung Karno untuk mencairkan ketegangan politik nasional kala itu melalui momentum Idul Fitri.

​"Dalam Idul Fitri ini kan semua mengedepankan semangat persaudaraan. Itu yang dikedepankan, semangat maaf-memaafkan," kata Hasto.

Menurutnya, tradisi ini adalah kekuatan asli kebudayaan Indonesia yang harus terus dijaga oleh para elite politik.

​"Dan itu kan dirintis oleh Bung Karno melalui halalbihalal, yang merupakan tradisi merayakan Idul Fitri yang sangat khas Indonesia dan betul-betul berkebudayaan Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Pertemuan Prabowo-Megawati beri sinyal positif bagi pemerintahan

Baca juga: Akademisi: Pertemuan Prabowo-Megawati tepis anggapan PDIP itu gangguan

Baca juga: PDI Perjuangan: Idul Fitri momen saling memaafkan jaga persaudaraan

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |