Jakarta (ANTARA) - Dalam rangka menyambut Hari Angkutan Nasional 2026 yang diperingati setiap 24 April, pengelola Terminal Kampung Rambutan menggelar pemeriksaan kesehatan bagi para sopir bus, termasuk tes urin untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba.
"Pengemudi diperiksa kesehatannya, seperti tes urin, gula darah, dan tekanan darah. Ini untuk memastikan mereka memberangkatkan bus dalam kondisi sehat dan tidak membahayakan keselamatan penumpang," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Revi Zulkarnain di Jakarta Timur, Jumat.
Kegiatan itu, kata dia, juga bertujuan memastikan seluruh pengemudi berada dalam kondisi prima sebelum mengangkut penumpang.
Pemeriksaan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dan puskesmas di wilayah setempat.
Selain pemeriksaan kesehatan, pihak terminal juga menggelar kerja bakti bersama karyawan perusahaan otobus (PO bus) serta para pedagang di area terminal.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Transportasi Nasional sekaligus upaya menciptakan lingkungan terminal yang bersih dan nyaman.
Revi mengatakan pada hari pertama pelaksanaan tes urin, pihaknya menargetkan sebanyak 50 pengemudi. Program ini akan berlangsung selama tujuh hari ke depan, dengan target yang sama setiap harinya.
"Hasil pemeriksaan hari ini, sebagian besar normal. Para pengemudi yang diperiksa masih dinyatakan layak untuk mengemudi," ujar Revi.
Akan tetapi, dia menegaskan pihak terminal tidak akan mentolerir pengemudi yang terbukti positif narkoba.
Baca juga: Warga keluhkan rusaknya JPO Terminal Rambutan
Jika ditemukan positif narkoba, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan tenaga medis, kepolisian, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) DKI Jakarta untuk penanganan lebih lanjut.
"Jika hasil tes urin menunjukkan positif dan membahayakan, akan kami tindak lanjuti bersama kepolisian dan BNN," tegas Revi.
Melalui kegiatan tersebut, pihak terminal berharap para awak bus semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sebelum bekerja.
Revi juga mengimbau seluruh pengemudi agar rutin memeriksakan kondisi kesehatan mereka di pos layanan yang telah disediakan.
"Kami harap para pengemudi memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum berangkat, agar keamanan dan kenyamanan penumpang dapat terjamin hingga sampai tujuan," tutur Revi.
Sementara itu, dokter dari Puskesmas Pasar Rebo Handika Dio Sumarsono menjelaskan pemeriksaan tersebut meliputi tekanan darah, gula darah, dan tes narkoba sebagai fokus utama.
"Kalau hasil tes narkoba positif, langsung kami nyatakan tidak layak mengemudi. Tapi sejauh ini, Alhamdulillah, semua pengemudi yang diperiksa dalam kondisi sehat," ungkap Handika.
Dia menyebutkan tim medis yang dikerahkan dalam kegiatan itu terdiri dari dokter, perawat, tenaga kesehatan jasmani dan olahraga, serta petugas laboratorium. Dalam pelaksanaannya, mereka juga dibantu oleh relawan Pramuka.
Menurut Handika, apabila ditemukan pengemudi dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau kadar gula yang masih dalam batas aman, maka pihaknya akan memberikan obat untuk menjaga stabilitas kondisi pengemudi selama bertugas.
Baca juga: Libur Paskah, lonjakan penumpang terjadi di Terminal Kampung Rambutan
Baca juga: Antisipasi banjir, DKI siapkan revitalisasi Terminal Kampung Rambutan
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































