Pengamat sebut program magang nasional bisa redam ketegangan sosial

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pengamat ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjudin Nur Effendi menyampaikan program magang nasional dapat meredam ketegangan sosial di kalangan generasi muda.

"Dari sudut pandang investasi sosial, tidak ada sarjana yang terbuang. Mereka dididik, lulus, nggak nganggur karena magang, kemudian diterima (jadi pegawai), itu berarti investasi sosial di bidang sumber daya manusia,” ucap Effendi ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu.

Investasi di bidang sosial tersebut lah, tutur Effendi, yang dapat meredam ketegangan-ketegangan sosial di kalangan generasi muda.

Menurut dia, ketegangan sosial di generasi muda ditandai dengan maraknya penggunaan tagar Indonesia Gelap hingga KaburAjaDulu.

Tagar tersebut, dinilai Effendi, sebagai wujud keresahan generasi muda.

"Jadi, kalau ini (keresahan generasi muda) bisa ditangani dengan baik, maka kritik-kritik seperti itu, kegelisahan sosial gen Z, itu kan bisa diturunkan," ucap Effendi.

Oleh karena itu, Effendi meyakini program magang nasional menjadi angin segar bagi lulusan baru atau fresh graduate mencari pekerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli resmi menutup pelaksanaan program Magang Nasional 2025 Tahap I yang sudah bergulir sejak 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026.

Ia mengatakan saat ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang melakukan penghitungan terkait berapa banyak peserta Magang Nasional yang pada akhirnya direkrut oleh perusahaan atau industri tempatnya melakukan magang selama kurang lebih enam bulan tersebut.

Sementara itu, Koordinator Nasional Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi (Kepala Barenbang) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan sebanyak 1.185 perusahaan berpartisipasi sebagai penyelenggara magang dan melibatkan 5.267 orang mentor.

Lebih lanjut, berdasarkan proses seleksi yang telah dilaksanakan secara menyeluruh, terpilih 14.952 orang peserta Magang Nasional Tahap 1A dan 1.160 Tahap 1B sehingga total 16.112.

Dalam perjalanannya, jumlah peserta aktif mengalami pengurangan, sehingga jumlah peserta aktif batch pertama tercatat 11.110 peserta untuk yang 1A, dan 1B 839 sehingga totalnya 11.949 peserta.

Adapun peserta yang menyelesaikan program selama 6 bulan akan mendapatkan sertifikat magang, sedangkan peserta yang mengikuti lebih dari 3 bulan, tapi jika kurang dari 6 bulan akan memperoleh surat keterangan.

Baca juga: Pengamat nilai program magang nasional jadi angin segar lulusan baru

Baca juga: Pelaksanaan Magang Nasional 2025 Tahap I resmi ditutup

Baca juga: Menaker pastikan kawal sertifikasi peserta Magang Nasional Batch I

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |