Jakarta (ANTARA) - Hakim Distrik Selatan Florida Aileen Cannon menolak gugatan pelanggaran hak cipta yang diajukan oleh penyair Kimberly Marasco terhadap penyanyi Taylor Swift, musisi Aaron Dessner, serta pihak label Republic Records dan grup Universal Music.
Hakim Cannon menyimpulkan "bahwa puisi-puisi penggugat tidak mengandung ekspresi yang dapat dilindungi dan bahwa, terlepas dari itu, penggugat gagal membuktikan secara meyakinkan adanya penjiplakan," dilansir dari laporan Variety, Senin (6/7) waktu setempat.
Marasco mengklaim Swift menjiplak frasa puisinya ke dalam lebih dari selusin lirik ciptaannya, seperti dalam lagu "The Man" (mengandung lirik ‘I’m so sick of running as fast as I can / Wondering if I’d get there quicker if I was a man’) yang diklaim mirip dengan baris puisi berjudul "Ordinary Citizen" karya Marasco (‘I’m running behind / You say its His word against mine’).
Sedangkan, Marasco mengakui buku puisinya tidak dipromosikan secara aktif dan hanya terjual sekitar 3.000 eksemplar di seluruh dunia.
Baca juga: Taylor Swift dan Travis Kelce menikah
Cannon memutuskan gugatannya itu tidak masuk akal dan tidak dapat berlanjut sekalipun Swift terbukti mendapatkan inspirasi membuat lirik lagu dari ide sang penyair.
Terkait substansi tuduhan, Cannon menulis bahwa materi yang dipermasalahkan dalam gugatan itu "paling banyak hanya berupa ide, metafora, konteks-konteks, dan tema-tema — yang semuanya bukan merupakan subjek yang sah untuk mendapatkan perlindungan hak cipta".
Hakim juga mencatat bahwa karya-karya tersebut tidak secara substansial sama, di mana perbedaan telah diakui oleh penggugat sendiri sebagai "parafrase", "frase ulang", dan menyalin dengan "penggantian sedikit kata", sehingga tidak dapat memenuhi standar hukum yang diperlukan.
Selain itu, hakim menyetujui pendapat tergugat bahwa gugatan itu seperti "shotgun pleading" yaitu mencampuradukkan beberapa klaim tanpa memisahkan secara spesifik tindakan pelanggaran hak cipta mana yang dilakukan oleh para tergugat.
Baca juga: Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce dihadiri 1.000 lebih tamu
Kasus itu juga sempat mengalami kendala teknis yang disoroti oleh ahli musik Brian McBrearty tahun lalu.
McBrearty mencatat bahwa kasus Marasco sempat tertunda karena pengadilan kesulitan menyampaikan surat panggilan secara resmi kepada Swift.
Namun, McBrearty berharap gugatan itu berlanjut dengan persidangan sehingga hakim dapat menolaknya dengan alasan yang tepat.
Menurut dia, hak cipta bukan dimaksudkan untuk memberi tekanan kepada penciptaan, namun itu dilakukan untuk melindungi ekspresi.
Ia menambahkan bahwa untuk membuktikan adanya pelanggaran hak cipta, pengadilan membutuhkan klaim yang berakar langsung pada kepenulisan (authorship).
Baca juga: Taylor Swift-Travis Kelce sumbangkan 26 juta dolar jelang pernikahan
Baca juga: Taylor Swift jadi wanita termuda di Songwriters Hall of Fame
Penerjemah: Abdu Faisal
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































