Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyebutkan, permukiman penduduk mengalami kerusakan berat akibat luapan Sungai Lopian di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Bahkan, lanjut Bobby, sebagian permukiman di Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah ini bergeser akibat luapan Sungai Lopian dari hulu yang terjadi awal pekan ini.
"Kita lihat kondisinya bagaimana untuk bangunan rumah warga. Ada kategori kerusakannya ringan, sedang atau berat. Untuk beberapa titik terdampak, sudah kita tinjau," tegas Bobby usai meninjau lokasi bencana di Badiri, Tapanuli Tengah, Sumut, Rabu.
Gubernur mengaku, langsung memastikan lokasi terdampak dan sekaligus menemui sejumlah warga menjadi korban bencana banjir di Badiri, Tapanuli Tengah ini.
Pihaknya sempat berdialog langsung dengan warga setempat ketika mereka sedang melakukan proses evakuasi, dan pembersihan lokasi terdampak banjir.
"Mereka menyampaikan keluh kesahnya, karena tidak dapat lagi menempati rumah mereka. Bahkan kehilangan bangunan tempat tinggal, sebagaimana pernah terjadi di wilayah lain pada November 2025," tutur Bobby.
Baca juga: Longsor menimbun jalan, Lut Tawar terisolir
Gubernur juga meyakinkan warga atas bantuan yang diberikan pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten, termasuk penanganan infrastruktur dan penyediaan hunian tetap.
"Bantuannya kita siapkan. Dari pemerintah pusat juga ada, dan kabupaten. Untuk bapak ibu, nanti pakai rekening Bank Sumut ya. Kalau belum ada, biar kami yang buatkan atas nama siapa," tuturnya.
Bobby juga meminta jajaran pemerintah kabupaten mulai dari tingkat dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten segera menyiapkan data faktual atas warga terdampak bencana banjir.
"Kita minta supaya data masyarakat terdampak, segera bisa kita terima dari kabupaten. Begitu juga proses penanganan bencana, kita sudah ada skema rencana rekonstruksi, rehabilitasi pascabencana," jelas Bobby.
Bupati Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Masinton Pasaribu menyebutkan, bahwa peristiwa banjir telah melanda beberapa kecamatan di wilayah Tapanuli Tengah pada Senin (16/2).
"Bahkan di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, dampaknya tergolong cukup parah hingga menyebabkan pemadaman listrik," kata Masinton.
Dilaporkan, bencana banjir dan longsor akibat curah hujan yang tinggi melanda beberapa kecamatan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (16/2) pukul 14.00 WIB.
Kasat Lantas Polres Tapteng AKP Dela Amtoni mengabarkan, material kayu dan batu menutup badan Jalan Rampa Poriaha kilometer (Km) 7 Sigarupu, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, mengakibatkan arus lalu lintas macet total.
Ia mengatakan, longsor juga terjadi di sejumlah titik Jalan Sibolga–Tarutung mulai Km 23 hingga Km 26, menyebabkan badan jalan tertutup dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Di Km 23,5, lanjut dia, longsoran sempat menutup aliran sungai sehingga memicu banjir di sekitar lokasi.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tujuh unit rumah terdampak banjir dan longsor," kata Dela Amtoni.
Baca juga: TNGGP tutup jalur menuju Curug Cibeureum karena longsor
Baca juga: BPBD Sumut sebut tak ada korban jiwa akibat banjir di Tapteng
Baca juga: PLN intensifkan pemulihan jaringan di Tapanuli Tengah pascabanjir
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































