Gubernur Kepri: Pelaku pembuang minyak hitam perlu ditindak tegas

1 hour ago 3

Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyebut kapal-kapal yang diduga membuang limbah minyak hitam di perairan daerah itu perlu ditindak tegas oleh aparat penegak hukum yang berwenang.

Menurut dia, tindakan itu perlu dilakukan guna memberi efek jera, karena ketika ada satu atau dua kapal yang ditangkap terkait dugaan membuang minyak hitam sembarangan di laut, maka persoalan cemaran minyak hitam tersebut diharapkan tidak berulang kali terjadi setiap tahunnya.

"Saya tidak tahu pasti sumber minyak hitam itu dari mana, tapi diduga berasal dari pembuangan kapal-kapal yang melintasi perairan dalam maupun luar negeri," kata dia, di Tanjungpinang, Selasa.

Ia mendorong pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota melalui dinas terkait berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi konkret menangani persoalan minyak hitam yang belakangan mencemari perairan Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga hingga Batam.

Ia juga meminta aparat berwenang, seperti TNI AL serta Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai patroli aktif di perairan Kepri guna mengawasi aktivitas kapal supaya tidak membuang limbah minyak hitam sembarangan di laut.

"Persoalan minyak hitam ini sudah terjadi belasan tahun dan memerlukan penanganan serius lintas sektor, baik di tingkat pusat maupun daerah," ucap dia.

Ia menambahkan pencemaran minyak hitam, khususnya di Bintan sangat berdampak negatif terhadap eksosistem ekonomi pesisir, karena bisa memicu kematian biota laut hingga menyebabkan hasil tangkapan nelayan berkurang.

Selain itu, lanjut Ansar, Bintan yang dikenal sebagai kawasan wisata bahari itu turut terdampak, sebab wisawatawan jadi enggan bermain di pesisir pantai yang tercemar minyak hitam.

"Sebagian turis asing mengeluhkan keberadaan minyak hitam tersebut, karena mereka tidak bisa bermain di pantai," ucap Ansar.

Dalam beberapa pekan terakhir, ada sekitar 1.000 karung limbah minyak hitam terdampar di pesisir laut dan pantai di sepanjang kawasan Desa Malang Rapat hingga Pantai Trikora.

Cairan zat kimia itu diduga sengaja dibuang oleh kapal-kapal di tengah situasi musim angin utara, kemudian terbawa arus menuju perairan Kepri.

Pewarta: Ogen
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |