Lima (ANTARA) - Sedikitnya dua orang terluka dan puluhan bangunan rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Ayacucho, Peru bagian selatan, menurut Badan Pertahanan Sipil Nasional (Indeci).
Gempa terjadi pada Kamis sore (20/8) dengan pusat gempa di Provinsi Parinacochas. Sekitar tiga jam setelah gempa utama, gempa susulan bermagnitudo 4,2 tercatat di wilayah tersebut.
"Di Distrik Pullo, Provinsi Parinacochas, kerusakan tercatat pada 23 rumah dan satu fasilitas kesehatan. Sementara itu, di Kota Puquio, Provinsi Lucanas, ditemukan delapan rumah yang mengalami retakan ringan," kata Kepala Indeci, Luis Vasquez, dalam keterangan pers di Lima, Kamis.
"Di Distrik Coracora (Parinacochas), dua orang terluka saat proses evakuasi," tambahnya.
Vasquez mengatakan laporan kerusakan tersebut masih bersifat sementara. Indeci terus memantau kondisi di wilayah terdampak.
Baca juga: Korban gempa Kolombia capai 319 orang
Sementara itu, Kepala Institut Geofisika Peru (IGP) Hernando Tavera mengatakan dampak gempa relatif terbatas karena pusat gempa berada pada kedalaman 108 kilometer.
Menurut Tavera, kedalaman tersebut membantu mengurangi dampak yang ditimbulkan gempa di permukaan.
Guncangan gempa terasa cukup jelas di sejumlah wilayah Peru bagian selatan dan tengah. Sejumlah warga bahkan melaporkan merasakan getaran hingga ke Ibu Kota Lima.
Gempa tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas seismik di sejumlah wilayah utara dan selatan Peru.
Baca juga: Gempa bumi magnitudo 6,7 guncang wilayah selatan Peru
Setelah serangkaian gempa terjadi, IGP mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, memeriksa kembali prosedur evakuasi di rumah, serta memastikan perlengkapan darurat selalu siap digunakan.
Peru merupakan salah satu negara yang sering mengalami aktivitas gempa karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik.
Salah satu gempa paling merusak dalam beberapa dekade terakhir terjadi pada 2007, ketika gempa bermagnitudo 7,9 mengguncang wilayah Ica dan menewaskan hampir 600 orang.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Paus Leo sampaikan duka cita atas gempa bumi NTT
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































