Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan pihaknya fokus dalam penguatan operasional tambang yang aman dan berkelanjutan di tengah dinamika geopolitik dan harga minyak dunia imbas perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
“Iya, jadi kita tetap (fokus ke) kegiatan produksi kita. Kita upayakan (target 2026) bisa tercapai, tapi yang paling penting adalah dengan cara yang aman dan selamat dan berkelanjutan,” kata Tony saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Khusus terkait kenaikan komoditas energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dunia, ia mengatakan perusahaan sudah mempersiapkan sejumlah langkah mitigasi yang berfokus pada kegiatan operasional di dalam negeri.
“Kita fokus selalu pada hal-hal yang bisa kita kendalikan. Situasi geopolitik memang adalah hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Jadi memang kita antisipasi, kita berusaha memitigasi, tapi kita lebih fokus kepada mengoperasikan tambang tersebut dengan produksi yang aman, selamat dan berkelanjutan. Ini fokus utama kita,” jelas Tony.
“Ada harga yang naik ya memang kita nggak bisa menghindar dari itu. Dan tentu saja kita melakukan hal-hal untuk memitigasi, berusaha menekan serendah mungkin cost-nya karena ada kenaikan di sini,” ujarnya menambahkan.
Hal ini, lanjut Tony, senada dengan tingkat produksi tambang setelah insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025 sudah mencapai sekitar 40-50 persen.
Freeport Indonesia menargetkan operasional dapat kembali mendekati 100 persen pada akhir tahun 2026 dan mencapai kapasitas penuh produksinya pada awal kuartal tahun 2027.
“Dengan segala macam cara dan daya upaya yang kita lakukan untuk menuju ke situ (operasional aman). Apakah harga minyaknya naik, apakah harga emas turun, apakah harga tembaga naik atau turun. Bukan kita nggak peduli tapi kita fokusnya kepada produksi yang selamat, aman, berkelanjutan,” ujar Tony.
Baca juga: Freeport sebut tingkat produksi tambang pascalongsor capai 50 persen
Baca juga: Peringatan HUT ke-59, PTFI kenang sembilan karyawan yang gugur
Baca juga: Izin Freeport diperpanjang, Bahlil: Untuk eksplorasi cadangan baru
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































