Kota Bandung (ANTARA) - Direktur Utama Indonesian Basketball League Junas Miradiarsyah menilai penerapan format best of five pada semifinal dan final IBL musim 2026 akan membuat persaingan antartim semakin kompetitif sekaligus memberikan nilai tambah bagi para penggemar bola basket.
Menurut Junas, perubahan format tersebut merupakan hasil perencanaan yang telah dibahas selama beberapa musim terakhir dengan mempertimbangkan peningkatan kualitas pertandingan dan jumlah penonton yang hadir di kandang masing-masing tim.
“Di mana kita melihat kalau memang kualitas pertandingannya terus meningkat dan attendance penonton di home juga meningkat, itu merupakan indikator untuk kita tambah jumlah game,” kata Junas di Bandung, Sabtu.
Menurut dia, format tersebut menjadi bentuk penghargaan bagi tim yang mampu tampil konsisten sepanjang musim reguler.
Junas menilai kompetisi sudah layak menerapkan format best of five setelah melihat jalannya semifinal musim lalu yang sebagian besar berlangsung hingga pertandingan penentuan.
“Kalau kita tambahkan jumlah pertandingannya dengan pertandingan yang berkualitas, pasti buat timnya makin baik karena makin kompetitif. Jadi kita lihat tahun ini sudah layak untuk dicoba best of five,” ujarnya.
Baca juga: Pelita Jaya menjamu Dewa United dengan modal puncaki musim reguler
Selain faktor kompetitif, IBL juga mempertimbangkan aspek ekonomi sebelum memutuskan menambah jumlah pertandingan pada fase gugur.
Menurut Junas, peningkatan jumlah penonton dan penjualan tiket menjadi indikator penting karena tambahan pertandingan harus memberikan manfaat bagi klub, bukan justru menambah beban operasional.
“Kalau ticketing-nya bagus, artinya dikali sekian jumlah game-nya untuk timnya makin bagus. Tapi kalau masih belum, artinya hanya menambah kerugian, itu yang kita mau hindarkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan berbagai inovasi format yang dilakukan IBL bertujuan menciptakan kompetisi yang semakin ketat dan sulit diprediksi.
Junas menilai perkembangan positif kompetisi terlihat dari pergantian juara yang terus terjadi dalam empat musim terakhir, yang menunjukkan semakin meratanya kekuatan antarklub peserta liga.
“Semakin kompetitif dan semakin tidak mudah ditebak, akan bagus juga untuk fan. Kalau kita lihat garis besarnya, empat tahun IBL belakangan ini juaranya terus berganti. Ini menjadi indikator yang bagus, bukan hanya untuk liga, tetapi juga untuk klub dan fan,” katanya.
Baca juga: Pelatih Dewa United sebut Pelita Jaya adalah lawan yang berat
Baca juga: Satria Muda tak sesuai "gameplan" sehingga dikalahkan Hornbills
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































