FAO sebut krisis Selat Hormuz picu kelangkaan pupuk global

5 hours ago 3

Moskow (ANTARA) - Gangguan pada jalur pelayaran melalui Selat Hormuz menyebabkan kelangkaan pupuk secara global dan memperburuk kondisi pasar, termasuk di sektor energi.

Hal itu disampaikan Direktur Kantor Penghubung Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) untuk Federasi Rusia, Oleg Kobiakov, kepada RIA Novosti yang dipublikasikan pada Kamis.

"Gangguan pada lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz menyebabkan kelangkaan pupuk secara global, yang mengakibatkan pada memburuknya situasi di pasar pupuk dan kenaikan harga energi," kata Kobiakov.

Krisis seputar Iran, lanjutnya, telah bergeser dari konflik sesaat menjadi masalah sistemik berkepanjangan.

Baca juga: FAO: Terlalu dini memprediksi pemulihan pasokan via Selat Hormuz

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran di Iran, yang memicu serangan balasan dari pihak Iran.

Kemudian, pertengahan Juni, Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, meskipun keduanya kemudian kembali saling melancarkan serangan.

Saat ini, konflik tersebut masih belum terselesaikan. Eskalasi konflik ini telah membuat lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti.

Rute tersebut merupakan jalur pasokan utama bagi pasar global untuk minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam cair. Akibatnya, harga bahan bakar pun naik di sebagian besar negara di seluruh dunia.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

​​​​​​​Baca juga: FAO: pasokan pangan Rusia tak terpengaruh blokade Selat Hormuz

Baca juga: FAO: Blokade Hormuz sebabkan produksi pangan global turun

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |