Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan perusahaan asal India, Essar Group, berminat untuk melakukan investasi di kilang Indonesia, salah satunya Kilang Dumai.
“Kemarin dimediasi oleh Pak Menteri (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk langsung bertemu dengan Pertamina secara b2b (antarbisnis),” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.
Laode memandang proyek revitalisasi kilang merupakan langkah yang baik, di sisi lain kehadiran investor yang ingin berinvestasi di kilang dalam negeri juga merupakan hal yang baik.
Oleh karena itu, Kementerian ESDM menjembatani komunikasi antara calon investor, yang dalam hal ini adalah Essar Group, dengan Pertamina selaku pengelola kilang yang sudah ada di dalam negeri.
“Nanti akan ada follow up dari situ terkait dengan bagaimana mengoptimalkan kilang-kilang di dalam negeri,” ucap Laode.
Baca juga: Indonesia stop impor avtur mulai 2027
Meskipun demikian, ia belum bisa memastikan apakah Essar Group akan berinvestasi di program RDMP (Refinery Development Master Plan) atau revitalisasi Kilang Dumai.
Ia menekankan bahwa saat ini baru memasuki tahap diskusi dan masih ada tahap-tahap diskusi selanjutnya sebelum menentukan kilang mana yang akan menjadi tempat Essar Group berinvestasi.
“Masih ada pertemuan selanjutnya untuk membahas itu,” ucap Laode.
Kilang minyak PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit II Dumai, Provinsi Riau, memiliki kapasitas total sebesar 170 ribu barel per hari (MBOPD) dengan output produk yaitu solar, avtur, Pertalite, Pertadex, MFO-LS, LSFO, UCO, NBF, smooth fluid, LPG, dan green coke.
Setelah peresmian revitalisasi Kilang Balikpapan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan akan mengembangkan kapasitas penyimpanan di kilang lainnya, seperti Kilang Dumai.
Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah akan memakai skema kerja sama antara PT Pertamina dan swasta dalam proyek revitalisasi kilang atau refinery development master plan (RDMP) Kilang Dumai.
Tujuan dari kerja sama tersebut, lanjut dia, adalah ketahanan energi untuk negara, serta keuntungan bagi Pertamina maupun swasta melalui kerja sama.
Baca juga: Memadukan langkah mewujudkan energi bersih di Indonesia
Baca juga: Indonesia-Rusia menghitung ulang investasi Kilang Tuban
Baca juga: KPI siap produksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan tersertifikasi
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































