Dieng, Jawa Tengah (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 untuk mewujudkan swasembada energi sesuai dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
"Proyek ini merupakan kontribusi yang nyata untuk mendukung Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan swasembada energi. Bahkan kemarin beliau berpidato bahwa ingin berswasembada energi dalam 4-5 tahun ke depan dengan tentunya memanfaatkan sumber daya yang berasal dari domestik," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam sambutan daring Groundbreaking PLTP Dieng Unit 2 di Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis.
Menurut dia, pembangunan PLTP Dieng tersebut sudah ditunggu-tunggu dan merupakan langkah nyata dari pengembang Indonesia, untuk mengembangkan energi panas bumi sebagai salah satu pondasi ketahanan energi nasional. Terlebih di Jawa yang membutuhkan base load listrik yang sangat banyak.
Untuk itu, Eniya mengatakan mengapresiasi pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan PLTP Dieng Unit 2 berkapasitas 55 Megawatt (MW) itu.
Dan tentu saja, lanjutnya, untuk mengoptimumkan potensi panas bumi yang sangat melimpah dan merupakan potensi terbesar di dunia, tetapi pelaksanaannya belum maksimal. Kementerian ESDM mendorong seluruh perusahaan pengembang untuk mengeksplorasi lebih jauh dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Tentunya PLTP itu mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan, ujar dia. Dan Kementerian ESDM juga berharap pemangku kepentingan ataupun masyarakat yang ada di sekitar Dieng bisa memanfaatkan, bisa berkolaborasi lebih jauh untuk bersama-sama membangun PLTP Dieng Unit 2.
"Ini merupakan investasi yang strategis kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan dan saling bekerja sama untuk mewujudkan Indonesia swasembada energi di masa depan," kata Eniya.
Kementerian ESDM, menurut dia, terus memastikan kehadiran kebijakan yang adaptif, tata kelola yang baik, dan juga kolaborasi dengan berbagai pihak, mengingat pengembangan pembangkit listrik panas bumi sering menjadi contoh pembangunan yang tetap harus menjaga keutuhan lingkungan sekitarnya. Serta menjaga iklim yang kondusif untuk investasi yang strategis agar semuanya bisa terjalin dengan erat dan terealisasi lebih cepat.
Dalam kesempatan sama, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis menyampaikan bahwa peletakan batu pertama PLTP Dieng Unit 2 merupakan simbol optimisme, simbol bahwa Indonesia terus bergerak menuju masa depan energi yang lebih mandiri, lebih bersih dan lebih berkelanjutan.
PLTP Dieng Unit 2 merupakan bagian dari upaya bersama untuk memanfaatkan kekayaan sumber daya panas bumi Indonesia menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
"Dengan kapasitas 55 MW tersebut, target operasi pada tahun 2028, proyek ini akan menambah pasokan listrik bersih yang andal sekaligus memperkuat peran panas bumi sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional," kata Yudistian Yunis.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































