Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listyanto menyatakan kenaikan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memberikan beban kompensasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) agar tak naik harga.
“Meskipun kenaikan harga minyak ini sifatnya temporer dan sangat bergantung dari tensi geopolitik AS-Israel vs (versus) Iran, namun tentu akan berdampak ke inflasi, beban kompensasi APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) demi menjaga BBM bersubsidi tidak naik harga, serta inflasi,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.
Mengutip Xinhua, harga kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Oktober menembus angka 100 dolar AS per barel per Kamis (10/9).
Harga WTI untuk pengiriman Oktober sempat menyentuh level 100,88 dolar AS per barel, naik 4,83 dolar AS atau 5,03 persen dari Rabu (9/9). Angka ini menandai level tertinggi untuk kontrak berjangka minyak mentah WTI sejak 20 Mei.
Menurut Eko, harga BBM bersubsidi yang dijamin tak naik sepanjang tahun ini memerlukan anggaran kompensasi subsidi komoditas tersebut, apalagi di tengah kenaikan harga minyak mentah global.
“Beberapa upaya untuk memperbaiki kebijakan subsidi BBM, (yaitu) ke arah penerima yang sesuai menggambarkan bahwa subsidi BBM ini penting untuk terus diupayakan efisien agar tak membengkakkan APBN saat harga minyak melonjak,” ujar dia.
Terkait inflasi, juga dinilai berisiko naik seiring industri dan sektor-sektor distribusi logistik sebagian besar menggunakan BBM non subsidi. Selain itu, bahan baku yang berasal dari minyak bumi turut berisiko kembali naik, seperti plastik. Terlebih lagi, lanjut Eko, dari sisi situasi alam juga sedang terjadi el-nino.
“Soal potensi harga BBM, kalau non subsidi akan menyesuaikan harga pasar sehingga masih mungkin terjadi kenaikan-kenaikan berikutnya,” ungkap Ekonom tersebut.
Baca juga: Menteri ESDM: Harga BBM subsidi tetap demi jaga daya beli masyarakat
Baca juga: Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS saat konflik di Timur Tengah
Baca juga: Menkeu siapkan langkah jaga APBN jika harga minyak dunia melonjak
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































