DWP Sumut serukan perempuan berani laporkan KDRT

6 hours ago 2
Kami mendorong agar perempuan berani bersuara, dan tidak lagi diam terhadap tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungannya

Medan (ANTARA) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara menyerukan perempuan untuk tidak diam dan berani melaporkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) guna memperkuat pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan keluarga.

"Kami mendorong agar perempuan berani bersuara, dan tidak lagi diam terhadap tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungannya," ucap Penasihat DWP Provinsi Sumut Titiek Sugiharti dalam Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Aula DWP Provinsi Sumut, Jalan Teuku Cik Ditiro Medan, Rabu.

Ia menegaskan rumah tangga seharusnya menjadi tempat paling aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi seluruh anggota keluarga.

Namun, ia mengakui masih terdapat banyak kasus konflik rumah tangga yang berujung pada kekerasan di Sumatera Utara.

Baca juga: Kapolda Sumut berkomitmen tuntaskan kasus kekerasan terhadap perempuan

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara, sepanjang 2025 tercatat 1.975 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dari jumlah tersebut, 1.360 korban atau 68,8 persen merupakan anak-anak, terdiri atas 905 anak perempuan dan 455 anak laki-laki. Sisanya sebanyak 615 korban merupakan perempuan dewasa.

Titiek mengatakan kekerasan dalam rumah tangga harus dicegah dan dihentikan melalui keberanian untuk melapor serta meningkatkan kesadaran masyarakat.

“KDRT adalah fenomena yang harus kita hentikan bersama. Melalui momentum ini saya menekankan pentingnya mengedukasi diri jika melihat atau mengalaminya,” ujarnya.

Baca juga: Pemprov Sumut perkuat perlindungan perempuan dan anak

Ia juga mengajak anggota DWP Sumatera Utara menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga, tempat kerja, dan masyarakat.

Menurut dia, diperlukan ruang aman untuk mendengar, memberikan dukungan, dan mengarahkan korban pada penanganan yang tepat melalui sinergi dengan instansi terkait.

Sementara itu, Ketua DWP Sumatera Utara, Evi Novida Ginting, mengatakan kasus KDRT kerap seperti fenomena gunung es karena banyak terjadi namun tidak seluruhnya terungkap.

Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi anggapan bahwa persoalan rumah tangga merupakan aib yang tidak layak dibicarakan.

“Melalui tema ‘Berani Melapor, Berani Selamatkan’, DWP Sumut ingin membangun kesadaran kolektif agar perempuan tidak lagi mendiamkan KDRT di sekitarnya,” katanya.

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |