Dubes Iran: RI di Dewan HAM PBB buka peluang tatanan dunia lebih adil

6 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menilai kepemimpinan Indonesia di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHRC) membuka peluang bagi terciptanya tatanan dunia yang lebih adil.

“Kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM memberikan peluang berharga bagi kedua negara kita, bersama dengan negara-negara merdeka lainnya, untuk mengoperasionalkan visi bersama tentang tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang,” kata Dubes Boroujerdi dalam Resepsi Hari Nasional Republik Islam Iran di Jakarta, Selasa.

Dubes Boroujerdi menyampaikan bahwa presidensi Indonesia di Dewan HAM PBB untuk periode 2026 memungkinkan Jakarta untuk lebih mempromosikan posisi prinsipnya mengenai non-selektivitas, ketidakberpihakan, universalitas, dan pencegahan politisasi dalam masalah hak asasi manusia, serta untuk mencegah penyalahgunaan isu tersebut sebagai instrumen tekanan politik.

Tatanan global, sebutnya, tengah dihadapkan pada pihak-pihak yang menentang kemerdekaan dan kebebasan bangsa bangsa lain, termasuk terhadap Iran.

Dirinya menyoroti tindakan Amerika Serikat dan rezim zionis yang berkontribusi terhadap situasi yang dapat digambarkan sebagai hukum rimba di kancah global.

“Dalam lingkungan seperti ini, para pemimpin tertentu merasa berhak untuk bertindak tanpa hukuman di mana pun di dunia, sehingga menciptakan preseden berbahaya dalam sistem internasional,” ucapnya.

Menyoroti sikap bungkam dan lamban tersebut, Dubes Boroujerdi menegaskan Iran dan Indonesia, dengan politik luar negeri damai dan non-blok, memiliki peluang besar berperan konstruktif sebagai kekuatan menengah berpengaruh di tingkat regional dan global.

“Berdasarkan peran yang tidak dapat disangkal di Asia Barat dan Asia Tenggara, Iran dan Indonesia secara konsisten berupaya mengelola dan membendung persaingan serta ketegangan regional, sekaligus berkontribusi pada terciptanya stabilitas dan keamanan di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Terkait hubungan bilateral Iran-Indonesia yang kian menguat dalam beberapa tahun terakhir, Dubes Boroujerdi menilai kerja sama kedua negara masih berpotensi ditingkatkan karena sejumlah peluang kolaborasi belum dimanfaatkan secara optimal.

”Masih banyak jalur kerja sama yang belum tereksplorasi antara dua bangsa Islam besar ini, jalur-jalur yang dapat direalisasikan melalui kemauan politik yang kuat dan komitmen bersama oleh para pemimpin Republik Islam Iran dan Republik Indonesia,” kata dia.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |