Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengkaji reorientasi pengelolaan muzaki dan menekankan pentingnya strategi pengumpulan dana berbasis nilai (value-driven fundraising) untuk mendorong pergeseran paradigma mobilisasi dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), guna meningkatkan kepercayaan publik.
"Kalau kita bisa mengelola muzaki dengan baik, maka insyaallah penghimpunan kita juga akan naik karena basisnya adalah value driven, bagaimana fundraising berbasis nilai yang menciptakan dampak dan kemanfaatan satu sama lain. Antara muzaki, antara amil, antara mustahik, dan antara publik atau stakeholder zakat yang lainnya," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Rizaludin menyebut pendekatan berbasis nilai itu diperkuat melalui empat pilar utama, yaitu Dakwah Zakat, Impact Zakat, Management Muzaki, dan Engagement Muzaki. Melalui pilar-pilar ini, Baznas tidak hanya berfokus pada target angka pengumpulan, tetapi juga tentang ekosistem nilai dan perubahan.
Ia menilai implementasi tata kelola hubungan muzaki yang terstruktur dan konsisten ini terbukti memberikan hasil konkret.
Rizaludin mengungkapkan, penerapan strategi tersebut berhasil melonjakkan tingkat retensi muzaki Baznas secara signifikan dari yang sebelumnya 17 persen menjadi 80 persen.
Baca juga: Baznas miliki 35 Rumah Sehat Baznas untuk pelayanan kesehatan gratis
Selain itu, konsistensi transformasi layanan Baznas turut mengantarkan lembaga ini mempertahankan predikat Top Brand Award kategori Lembaga Zakat & Amal selama lima tahun berturut-turut (2022–2026), serta meraih berbagai penghargaan di bidang Customer Service Quality & Customer Service Champions.
"Kita perbaiki pelayanan ini dan Baznas menjadi top di nasional bicara tentang customer service, bicara tentang customer experience, dan juga bicara tentang transformasi pelanggan," ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Divisi Layanan Muzaki Korporasi Baznas RI, Hafiza Elvira menekankan pentingnya efektivitas pengelolaan muzaki, selain fokus pada strategi penggalangan dana semata.
Ia memaparkan data riset yang menunjukkan bahwa pengelolaan muzaki yang terencana dengan baik mampu mendongkrak tingkat retensi donatur secara signifikan.
"Salah satu riset juga menyebutkan pengelolaan muzaki yang efektif itu bisa meningkatkan retensi muzaki atau orang-orang yang berdonasi kembali, sebesar 41 hingga 68 persen," ucap Hafiza.
Baca juga: Baznas RI mobilisasi bantuan untuk korban gempa bumi M7,7 di NTT
Baca juga: Baznas RI gandeng UI bangun ekosistem zakat di kalangan pekerja seni
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































