DLH Kota Jambi: Tren ISPU menurun, tetapi masih belum sehat

2 hours ago 1

Kota Jambi (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi menyebut tren Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di daerah itu mulai menurun, namun kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat dengan nilai mencapai 158.

Kepala DLH Kota Jambi Mahruzar di Jambi, Sabtu, mengatakan penurunan nilai indeks standar pencemar udara mulai terlihat sejak Sabtu pagi.

Baca juga: Kabut asap masih selimuti Kota Jambi meski sempat diguyur hujan

Menurut dia, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, karena kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.

"Alhamdulillah, trennya menurun sejak pagi tadi dan saat ini indeks standar pencemar udara di angka 158, namun masih kategori tidak sehat," katanya.

Nilai indeks standar pencemar udara di atas 100 menunjukkan kualitas udara telah masuk kategori tidak sehat dan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok rentan yang memiliki gangguan pernapasan.

Mahruzar mengimbau kelompok rentan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas yang berpotensi memperburuk kondisi pernapasan selama kualitas udara masih berada pada kategori itu.

"Masyarakat direkomendasikan menggunakan masker," kata dia.

Penggunaan masker bagi masyarakat direkomendasikan karena nilai indeks standar pencemar udara mencapai lebih dari 150.

Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara, kemudian peningkatan ISPU kemungkinan dipengaruhi kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar Kota Jambi yang terbawa angin.

Baca juga: Penanganan karhutla untuk perbaiki kualitas udara

Baca juga: Kualitas udara kategori berbahaya, Pemkot Jambi liburkan anak sekolah

Ia menyebut potensi karhutla di Kota Jambi relatif kecil, karena wilayah tersebut tidak memiliki kawasan hutan yang luas, jika terjadi kebakaran, umum berada di area semak belukar.

"Insya Allah potensi karhutla juga tidak ada, karena Kota Jambi tidak memiliki hutan yang luas," kata Mahruzar.

DLH Kota Jambi terus memantau fluktuasi kualitas udara dan mengimbau masyarakat menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi udara terkini.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |