DLH Bantul: Progres angkut sampah terpilah 90 persen berjalan lancar

1 week ago 6

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul memastikan progres program pengangkutan sampah terpilah telah berjalan baik dan sudah lebih dari 90 persen pelanggan tertib memilah sampahnya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Bantul Fenty Yusdayati mengatakan ada ribuan pelanggan sampah yang tersebar di wilayah Bantul yang dalam proses pengangkutan sampah ditangani oleh petugas dari DLH.

"Ada 38 truk armada pengangkutan sampah dan 114 tenaga kebersihan dioperasikan di 320 titik penjemputan sampah," kata Fenty, di Yogyakarta, Rabu.

Dari jumlah tersebut, menurutnya program pengangkutan yang berjalan sejak 4 Mei 2026 itu dipastikan tepat sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Ini jalan dan terus kita evaluasi apakah dengan pengangkutan sampah organik empat hari dan anorganik dua hari ada kendala atau tidak," jelasnya.

Jadwal pengangkutan sampah, lanjut Fenty, terbagi menjadi dua yakni sampah organik selama empat hari pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat serta sampah anorganik selama dua hari dalam seminggu.

"Pengangkutan sampah anorganik hari Rabu dan Sabtu," katanya.

Baca juga: Gubernur DIY tinjau tempat pengelolaan sampah ITF Bawuran Bantul

Baca juga: Pemkab Bantul-BRIN hadirkan mesin pengolah sampah plastik jadi solar

Ia menilai progres pengangkutan sampah itu telah berjalan lebih dari 90 persen dan para pelanggan juga sudah mulai tertib melakukan pemilahan sampah organik maupun anorganik.

"Jadi deviasinya sudah kecil, (sampah) pasar juga sudah dipilah dari pedagangnya," kata Fenty.

Selain itu, lanjut dia, pemilahan sampah sudah dilakukan di sekolah, kantor, maupun perumahan yang juga menjadi pelanggan pengangkutan sampah DLH Bantul.

"Tapi untuk sampah di ruang publik memang belum (optimal), seperti taman itu kan banyak penggunanya, progres pemilahan di sana sekitar 65 persen," katanya.

Menurutnya, tantangan pemilahan sampah di ruang publik lebih sulit karena banyaknya mobilitas orang yang masuk maupun keluar.

"Jadi kami hanya bisa mengimbau untuk terus melakukan pemilahan sampah," kata dia.

Fenty menjelaskan keuntungan dari pemilahan sampah akan mempercepat proses pengolahan di hilirnya atau Tempat Pengolahan Sampah (TPS).

"Sampah organik yang diolah diambil oleh komunitas maupun lembaga seperti sekolah adiwiyata untuk pupuk di sekolahnya," kata Fenty.

Ia mencontohkan seperti di TPS Pasar Niten, Kasihan, Bantul yang mengolah sampah organik menjadi pupuk, begitu juga beberapa TPS lainnya.

"Kalau yang pupuk tadi, saat ini masih kami berikan akses gratis semuanya," jelasnya.

Baca juga: RW yang lakukan pemilahan sampah 100 persen bakal dapat insentif

Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu terapkan pemilahan sampah dari sumber

Baca juga: Anggota DPR ingatkan pentingnya edukasi publik soal pilah sampah

Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |