Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan stok beras dan komoditas minyak goreng di wilayah Sumatera Utara dalam kondisi aman meski sejumlah wilayah terdampak bencana.
Rizal mengatakan, di wilayah Sumatera Utara, pihaknya mengoperasikan sekitar 19 titik gudang yang tersebar strategis dan rata-rata memiliki stok cadangan pangan dalam jumlah mencukupi.
"Untuk di wilayah Sumatera Utara, kita memiliki sekitar 19 titik gudang. Dan di 19 titik gudang ini juga rata-rata stoknya cukup banyak dan tidak perlu ragu," kata Rizal dalam konferensi pers terkait perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera yang digelar di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat.
Ia menyampaikan, pihaknya telah memetakan wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dengan kategori merah sebagai daerah terdampak langsung, sementara zona kuning dan hijau dinilai tidak terdampak secara langsung.
Baca juga: Dirut Bulog sebut stok beras 3,35 juta ton aman hingga Idul Fitri 2026
Rizal menyebutkan, berdasarkan data Januari 2026, stok cadangan beras Bulog di Sumatera Utara tercatat mencapai 17.904 ton sehingga masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan pokok.
Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan minyak goreng di Sumatera Utara cukup aman dengan total stok mencapai sekitar 284.588 kiloliter untuk kebutuhan masyarakat.
Untuk penanganan bencana alam, Bulog telah mendistribusikan bantuan beras pemerintah dengan total penyaluran mencapai 5.098 ton ke berbagai wilayah terdampak di provinsi itu.
Sementara itu, bantuan tambahan dari pemerintah daerah juga telah disalurkan sebanyak 57 ton sebagai bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
Baca juga: Bapanas: Penyerapan stok CBP terbesar dalam satu dekade terakhir
Bulog turut menyalurkan bantuan pangan beras kepada masyarakat Sumatera Utara sebanyak 15.211 ton serta bantuan minyak goreng dengan total mencapai 3.042 ton.
Proses penyaluran bantuan di Sumatera Utara dinilai berjalan relatif lancar dan lebih mudah dibandingkan wilayah Aceh karena tingkat dampak bencana yang tidak terlalu berat.
Ia mengaku keberhasilan distribusi bantuan tersebut didukung sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI, Polri, termasuk BNPB yang membantu pengiriman logistik baik melalui jalur darat, laut, hingga udara.
"Jadi kita seluruh stakeholder pemerintah bersatu padu untuk membantu seluruh masyarakat yang terdampak bencana," kata Rizal.
Baca juga: Pengamat: Pemerintah perlu memperjelas makna swasembada pangan
Rizal menambahkan, Bulog siap menyiapkan stok beras hingga tiga kali lipat di wilayah terdampak bencana termasuk di Sumatera Utara agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dengan baik di tengah pemulihan pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah itu.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































