Dedi Mulyadi minta kepala daerah berani menata kota

3 days ago 7
Kalau komandannya punya nyali dan berani, pasukannya akan menjadi pasukan yang berani. Namun, kalau komandannya tidak berani, pasukannya akan mencari aman

Garut (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta kepala daerah di kabupaten dan kota berani menata wilayahnya agar tertib, bersih, dan indah untuk mendukung kunjungan wisatawan.

Dedi Mulyadi mengatakan keberanian pemimpin diperlukan untuk menggerakkan jajaran, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dalam menegakkan peraturan daerah dan menjaga ketertiban lingkungan.

"Kalau komandannya punya nyali dan berani, pasukannya akan menjadi pasukan yang berani. Namun, kalau komandannya tidak berani, pasukannya akan mencari aman," kata Dedi saat pemusnahan 44 juta batang rokok ilegal di Alun-alun Garut, Rabu.

Ia mengatakan penataan kota untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan merupakan bagian dari tugas Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah.

Menurut dia, karakter personel di lapangan dipengaruhi kepemimpinan atasannya sehingga kepala daerah perlu memberikan dukungan yang tegas terhadap tugas penataan wilayah.

"Karena pasukan itu tergantung komandan," kata mantan Bupati Purwakarta itu.

Baca juga: Jabar siapkan beasiswa untuk 80 ribu siswa di sekolah swasta

Dedi, yang akrab disapa KDM, mengatakan selama menjabat Wakil Bupati dan Bupati Purwakarta hingga Gubernur Jawa Barat, ia menempatkan Satpol PP sebagai unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan indah.

Upaya tersebut, kata dia, perlu dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan TNI dan Polri.

Ia menilai daerah yang tertata dapat meningkatkan pendapatan asli daerah karena mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran.

Baca juga: Dedi Mulyadi ingin amankan hak siswa miskin yang terlempar dari SPMB

Pengembangan sektor tersebut harus didukung ruang publik yang nyaman dan menarik agar memberikan pengalaman positif bagi masyarakat maupun wisatawan.

"Daerah yang menjadi tujuan wisata harus tertata, tertib, dan indah," katanya.

Dedi mencontohkan kawasan Alun-alun Garut yang memiliki potensi keindahan melalui penataan kota, termasuk keberadaan bangunan peninggalan kolonial di sekitarnya.

"Saya berdiri di tempat yang sangat estetik apabila seluruh ruang dan wilayahnya ditata serta dirapikan," katanya.

Baca juga: Jabar targetkan 10 juta pekerja informal masuk BPJS Ketenagakerjaan

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |