Jakarta (ANTARA) - Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai program rekrutmen 30 ribu manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih perlu memperhatikan kesesuaian keterampilan sumber daya manusia (SDM) dengan kebutuhan riil di lapangan.
Yusuf mengatakan dari sisi pasar tenaga kerja, program tersebut memang membuka peluang bagi tenaga terdidik, tetapi perlu dipastikan bahwa SDM yang terpilih memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni.
“Dengan kriteria yang relatif umum—lulusan berbagai jurusan, tanpa keharusan pengalaman bisnis yang kuat—program ini lebih terlihat seperti rekrutmen fresh graduate (lulusan baru) dalam skala besar,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, kriteria rekrutmen tersebut berpotensi menimbulkan kesenjangan antara profil tenaga kerja yang direkrut dengan kompleksitas tugas yang akan dihadapi dalam pengelolaan koperasi.
Baca juga: BP BUMN: Jiwa entrepreneurship penting bagi manajer Kopdes Merah Putih
Baca juga: Pemerintah buka rekrutmen 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih
Padahal, lanjutnya, para manajer akan langsung berhadapan dengan dinamika usaha riil di lapangan dengan tekanan likuiditas, rantai pasok dan kewajiban kredit.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga prinsip dasar koperasi sebagai organisasi berbasis anggota.
“Koperasi pada dasarnya adalah organisasi berbasis anggota, dengan prinsip partisipasi dan kepemilikan bersama,” kata Yusuf.
Selain itu, Yusuf juga menyoroti aspek daya tarik program dalam konteks pasar tenaga kerja dan urbanisasi.
Menurut dia, skema kontrak dua tahun dengan masa depan yang tidak jelas setelahnya membuatnya program ini sulit bersaing dengan opsi pekerjaan lain yang lebih stabil atau menjanjikan.
Dalam kondisi tersebut, ia mengingatkan adanya potensi risiko dalam proses seleksi tenaga kerja.
“Risiko yang muncul adalah adverse selection—yang masuk bukan talenta terbaik, tetapi mereka yang tidak punya alternatif lebih baik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai upaya menahan laju urbanisasi melalui penempatan tenaga kerja di desa berpotensi bersifat sementara.
Ia menambahkan tanpa fondasi bisnis koperasi yang kuat, tenaga kerja tersebut berpotensi kembali mencari peluang ke kota setelah masa kontrak berakhir.
“Jadi efek terhadap urbanisasi berpotensi hanya sementara, bukan struktural,” kata dia.
Pemerintah resmi membuka rekrutmen 30.000 formasi manajer Kopdes Merah Putih. Pendaftaran dibuka pada 15-24 April 2026.
Mereka yang lolos seleksi akan bekerja di bawah BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
Baca juga: Zulhas: Agrinas bina pengurus kopdes merah putih selama dua tahun
Baca juga: Menkop: Penerima bansos bisa punya pendapatan lewat Kopdes Merah Putih
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































