Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Perum Bulog menyalurkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam bentuk modal awal pendirian Rumah Pangan Kita (RPK) kepada 30 pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Kota Malang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto sesuai penyerahan Program TJSL di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan bantuan ini sebagai penguatan jaringan hilir distribusi pangan.
"Jadi ada yang pendirian (RPK), ini merupakan bagian dari keseluruhan tanggung jawab sosial kami dan atas rekomendasi dari Dinas Koperasi dan UMKM," kata Sudarsono.
Bantuan modal awal yang diserahkan kepada masing-masing pelaku usaha memiliki nilai sebesar Rp5 juta, terdiri dari komoditas pangan Bulog, rak display, spanduk RPK untuk kebutuhan promosi, identitas Bulog dan perlengkapan pendukung.
Secara nasional, dia menyampaikan bahwa hingga awal tahun 2026 jumlah RPK yang sudah berdiri dan aktif mencapai 26 ribu unit.
"Prinsipnya semua bisa, semua boleh. Tapi ada yang mandiri dan tidak kami bantu, mereka bekerja sama dengan kami," ujar dia.
Diharapkan penerima manfaat dari TJSL ini terus bergerak mengembangkan dan memperkuat unit usahanya hingga ke skala yang lebih besar. Pemerintah daerah pun diminta oleh dia agar selalu turun melakukan pendampingan.
Menurut dia, ketika RPK mampu berkembang pesat maka tak menutup kemungkinan bisa membantu memperlancar pelaksanaan program pemerintah pusat, misalnya dengan menjadi pemasok bahan baku untuk memenuhi kebutuhan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Itu bebas untuk bisa menjadi distributor, misalnya minyak, kalau SPPG setempat membutuhkan minyak yang dimilik RPK sangat bagus. Tadi bu asisten menyampaikan bagaimana peran dari Koperasi (Desa dan Kelurahan) Merah Putih? Ini kami sinergikan," ucapnya.
Baca juga: Pemerintah dorong Bulog ekspor jagung saat produksi alami surplus
Baca juga: Dirut Bulog minta seluruh jajaran proaktif serap jagung produksi Polri
Baca juga: Bulog pecahkan rekor penyerapan gabah hingga kawal swasembada
Baca juga: Bulog harap ada suntikan APBN dalam pengadaan 4 juta ton beras
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































