Jakarta (ANTARA) - Kabar mengenai lini ponsel eksperimental Xiaomi Mix dikabarkan belum tentu terjadi karena merek asal China itu sedang fokus mengembangkan ponsel flagship generasi berikutnya.
Melansir Gizmochina, Senin (4/5), sebelumnya beredar rumor yang menyebutkan bahwa ponsel dengan kode “hongkong” dan nomor model Q5 diduga merupakan Mix 5, yang diperkirakan meluncur pada 2026 dengan membawa ciri khas lini Mix berupa fitur eksperimental.
Namun, pembocor asal China Digital Chat Station menyatakan bahwa ponsel yang dimaksud bukan berasal dari lini Mix melainkan bagian dari seri flagship terbaru, kemungkinan seri Xiaomi 18.
Baca juga: Xiaomi kemungkinan tak akan hadirkan Mix Flip generasi ketiga
Rumor mengenai Xiaomi Mix 5 menyebutkan sejumlah fitur inovatif seperti kamera di bawah layar seperti pada Xiaomi Mix 4, serta sistem lensa magnetik untuk kamera belakang yang sempat diperkenalkan Xiaomi pada 2025. Selain itu, perangkat tersebut juga diperkirakan akan menggunakan chipset terbaru Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan menjalankan HyperOS 4.
Namun dengan perkembangan kabar terkini, berbagai inovasi tersebut kini lebih mungkin disematkan pada lini Xiaomi 18. Bocoran terpisah menyebutkan seri ponsel pintar ini akan membawa chipset generasi baru berbasis proses 2nm, kemungkinan varian Snapdragon 8 Elite Gen 6, serta konfigurasi kamera ganda 200 megapiksel dan baterai berkapasitas sekitar 7.000 mAh.
Selain itu, Xiaomi juga dikabarkan tengah mengembangkan desain yang lebih ramping dengan bezel sangat tipis menggunakan teknologi LIPO packaging yang menandakan fokus pada peningkatan performa sekaligus estetika perangkat di lini flagship yang akan datang.
Baca juga: Xiaomi dikabarkan hadirkan kembali lini eksperimental melalui Mix 5
Baca juga: Galaxy Z Flip8 mungkin lebih ringan dan ramping berkat engsel baru
Baca juga: Vivo T5 Pro 5G debut di Indonesia, bawa performa gahar dan layar 120Hz
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































