BPK Kaltim dorong pengembangan fesyen berbasis kearifan lokal

5 hours ago 3

Samarinda (ANTARA) - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Provinsi Kalimantan Timur mendorong pengembangan industri fesyen berbasis kearifan lokal sebagai strategi memperkuat ekonomi budaya sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Kepala BPK Wilayah XIV Kaltim Titit Lestari di Samarinda, Minggu, mengatakan budaya tidak semestinya hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, melainkan harus dikembangkan melalui pemberdayaan agar memberi nilai tambah nyata.

“Fesyen menjadi salah satu bukti nyata bagaimana kekayaan budaya kita dapat diolah, dikembangkan, dan memberi nilai tambah yang nyata,” ujar Titit dalam gelar wicara (talkshow) Fesyen dan Wastra Outlook di Gedung BPK Kaltim.

Menurut Titit, Kaltim mempunyai peluang besar untuk menjadi ruang pertemuan berbagai kekayaan budaya dari seluruh Indonesia. Keragaman tersebut berpotensi melahirkan inovasi fesyen baru yang memiliki karakter khas.

Ia optimistis Kaltim di masa depan tidak hanya menjadi rumah bagi berbagai budaya Nusantara, tetapi juga tempat lahirnya budaya fesyen baru hasil perpaduan kekayaan budaya se-Indonesia.

Kaltim, lanjutnya, memiliki kekayaan wastra yang sangat beragam, mulai dari motif hingga teknologi tradisional dalam proses pembuatannya sehingga modal penting ini tinggal digali dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.

"Warisan budaya perlu diperkuat dan dipadukan dengan gagasan-gagasan segar sehingga karya wastra tidak hanya diminati di daerah asalnya, tetapi juga mampu diterima secara luas hingga ke pasar internasional,” kata Titit.

Baca juga: Dekranasda Kaltim dorong wastra dan kriya lokal tembus pasar global

Baca juga: Dispar Kaltim tingkatkan kapasitas ekonomi kreatif wastra-fashion

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) FASCREEYA Indonesia Anas Maghfur berharap kegiatan ini dapat mempererat kolaborasi serta membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda dan pelaku fesyen di Kaltim.

"Bagi kami, wastra bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber inspirasi, kreativitas, sekaligus peluang industri yang nyata,” kata Anas.

Ia berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun dan memajukan ekosistem fesyen berbasis budaya di Kaltim.

Gelar wicara wastra tersebut juga menghadirkan dua praktisi fesyen nasional, yakni perancang busana sekaligus National Chairwoman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Lenny Agustin, serta perancang busana yang juga National Vice Chair Division Organization IFC Phillip Iswardono.

Baca juga: Majukan UMKM, Pupuk Kaltim hadirkan produk wastra di PaDi Expo

Baca juga: Kadis Kominfo: Flora dan fauna Kaltim bisa jadi inspirasi wastra batik

Pewarta: Arumanto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |