BPBD sebut paparan abu vulkanik di Jakarta tipis dan dapat berubah

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan intensitas paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diperkirakan tipis dan kondisinya dapat berubah mengikuti arah serta kecepatan angin.

Hal ini merujuk informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mendeteksi sebaran abu vulkanik hingga sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

"Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang, tetapi tingkatkan kewaspadaan dan ikuti informasi resmi dari pemerintah," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu.

Dia mengingatkan abu vulkanik berbeda dari debu biasa karena partikelnya sangat halus sehingga dapat membuat iritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit, terutama pada kelompok rentan.

Oleh karena itu, ia mengimbau warga melakukan sejumlah langkah sederhana untuk melindungi diri.

Pertama, menggunakan masker medis ketika beraktivitas di luar rumah. Masker kain biasa kurang optimal untuk menyaring partikel abu vulkanik.

Kedua, menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah. Warga juga disarankan mematikan kipas atau pendingin ruangan yang menarik udara dari luar apabila kondisi udara di sekitar rumah terdampak abu.

Ketiga, mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya bagi bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan asma, penyakit paru, atau penyakit jantung.

Keempat, apabila terdapat abu di sekitar rumah, warga diminta membasahinya terlebih dahulu sebelum membersihkan.

“Abu sebaiknya tidak disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikelnya kembali beterbangan dan terhirup,” kata Marulitua.

Kelima, menutup tempat penyimpanan air dan makanan. Air atau makanan yang terpapar abu vulkanik sebaiknya tidak dikonsumsi.

Keenam, warga yang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, batuk terus-menerus, atau iritasi mata yang semakin parah diminta segera mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan.

Ketujuh, hubungi layanan Jakarta Siaga melalui nomor 112 untuk melaporkan keadaan darurat di wilayah DKI Jakarta.

Marulitua mengatakan berdasarkan informasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III (Siaga).

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat (4/9). Hingga Minggu, 6 September 2026, belum terdapat peningkatan status gunung api tersebut.

Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi tersebut.

"Jakarta tetap beraktivitas seperti biasa dengan kewaspadaan yang proporsional. Ikuti informasi resmi, lindungi diri dan keluarga, tetap tenang, tetap waspada," kata Marulitua.

Baca juga: Dishub DKI percepat "car free day" antisipasi paparan abu vulkanik

Baca juga: DKI perketat pemantauan kualitas udara imbas sebaran abuvulkanik

Baca juga: Perjalanan kereta Daop 1 Jakarta masih lancar meski ada sebaran abu

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |