BPBD Karawang: Tiga desa mengalami kesulitan air bersih

12 hours ago 2

Karawang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebutkan tiga desa mengalami kesulitan air bersih dampak dari musim kemarau.

Berdasarkan catatan BPBD Karawang, Selasa, musim kemarau hingga pekan pertama Juli 2026 telah berdampak di tiga desa wilayah Kecamatan Tegalwaru dan Ciampel.

"Sebanyak 3.428 jiwa dari 1.228 keluarga di tiga desa, yakni Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru serta Desa Kutamekar dan Mulyasejati, Kecamatan Ciampel mengalami kesulitan air bersih," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang Ferry Muharram.

Ferry menyampaikan bahwa sebagai langkah penanganan daerah terdampak kemarau, Pemkab Karawang melalui BPBD hingga saat ini telah menyalurkan 75.000 liter air bersih ke daerah terdampak.

Pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak dilakukan secara bertahap sejak awal Juni 2026, berdasarkan laporan dari masyarakat atau laporan yang disampaikan pemerintah desa.

Baca juga: BPBD Karawang salurkan air bersih untuk desa terdampak kekeringan

"Sampai saat ini kebutuhan air bersih masyarakat di tiga desa terdampak masih dapat dipenuhi melalui kolaborasi BPBD dengan Perumdam Tirta Tarum Karawang," katanya.

BPBD Karawang terus melakukan pemantauan melalui petugas yang berada di daerah terdampak, guna memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Langkah pemantauan itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi kemungkinan meluasnya wilayah yang terdampak kekeringan.

BPBD Karawang mengingatkan warga agar mulai menghemat penggunaan air bersih di tengah ancaman kekeringan pada musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau pada tahun ini terjadi pada Juli hingga September, dengan puncaknya diprakirakan pada Agustus.

Baca juga: BPBD Karawang: Ribuan warga kesulitan air bersih pada musim kemarau

Musim kemarau tahun ini secara umum diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang.

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |