Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengemukakan beberapa area pegunungan dengan risiko kebakaran tinggi di wilayah setempat masuk ke dalam skala prioritas pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).
"Wilayah yang menjadi prioritas pastinya itu daerah dengan potensi kebakaran tinggi, baik di Bromo, Semeru, Arjuno, dan beberapa tahun lalu terjadi di Gunung Lawu. Jadi, itu yang menjadi prioritas kami," kata Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto ditemui di Jemplang, Kabupaten Malang, Jawa Timur di sela meninjau penanganan kebakaran di beberapa titik di Gunung Bromo, Minggu.
Baca juga: BNPB: Karhutla meluas di lima kawasan pegunungan di Jatim
Gatot menyatakan untuk pelaksanaan OMC telah dikomunikasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Dari hasil komunikasi tersebut, kata dia, waktu yang dinilai paling tepat dan dengan potensi terbaik untuk dilaksanakan OMC, yakni periode Oktober 2026.
"Bisa dilakukan apabila awan yang memang sudah siap dimatangkan ada dan yang bisa memastikan adalah BMKG, sehingga tetap datanya didukung oleh mereka. Kami berharap bulan depan potensi awan mendukung," ucapnya.
Selain wilayah pegunungan di Jawa Timur, Gatot menyampaikan bahwa OMC juga difungsikan memenuhi pasokan air untuk kebutuhan irigasi di wilayah pesisir utara provinsi setempat, seperti Lamongan dan Bojonegoro.
Ia menegaskan modifikasi cuaca tidak dilakukan di semua wilayah, pelaksanaan akan melihat pada tingkat kebutuhan di masing-masing daerah di Jawa Timur.
Gatot menyampaikan ada beberapa daerah yang dirasa tidak membutuhkan modifikasi cuaca, karena berkaitan dengan pelaksanaan masa panen komoditas tertentu.
Baca juga: Kemenhut dan BMKG lakukan OMC kendalikan karhutla Kalimantan dan Jatim
Baca juga: BPBD Jatim mulai operasi modifikasi cuaca, tekan dampak bencana
"Khususnya petani tembakau yang membutuhkan musim panas, ini menjadi salah satu pertimbangan bagi kami terkait wilayah mana saja yang membutuhkan dilakukan OMC dan mana yang perlu water bombing," ucap dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno menambahkan operasi modifikasi cuaca memang dibutuhkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan, tetapi kondisi awan pada periode saat ini tidak memungkinkan dilakukan proses tersebut.
"Rencananya (OMC) pada dasarian awal Oktober, karena dari BMKG Juanda ada potensi awan di sisi selatan Jawa Timur," kata dia.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































