BNPB tegaskan pemulihan pascabencana masih menjadi prioritas

2 weeks ago 7

Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana masih menjadi prioritas pemerintah, terutama mengenai penyelesaian hunian sementara (Huntara).

"Yang menjadi prioritas kita masih ada penyintas yang masih tinggal di tenda, kita terus mengupayakan agar Lebaran Idul Fitri ini mereka bisa berlebaran di Huntara," kata Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan Suharyanto saat mendatangi komplek hunian sementara (huntara) korban banjir besar di Gampong Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

Dirinya menyampaikan, Huntara Gampong Ulee Rubek itu menjadi salah satu lokasi yang sudah selesai dibangun di Kecamatan Seunuddon, bahkan sudah ditempati masyarakat.

"Di Aceh Utara sendiri Huntara diusulkan 5.000 unit dan sudah terbangun 4.000 lebih, dan ini terus berlanjut," ujarnya.

Baca juga: Penyintas bencana di Pidie Jaya harapkan relokasi ke hunian layak

Suharyanto menyampaikan, Huntara untuk Aceh sekitar 16 ribu unit, dan yang baru selesai dibangun diperkirakan sekitar 10 ribu unit. Diharapkan, sebelum lebaran semua hunian bisa ditempati penyintas banjir.

Ia menambahkan, memasuki bulan ketiga pascabencana banjir dan longsor sumatera, pemerintah masih tetap fokus serta terus melaksanakan pemulihan. Bahkan, Aceh Utara salah satu kabupaten yang saat ini sudah masuk transisi darurat pemulihan.

"Kita terus berjuang dan mengejar target, karena yang bangun huntara bukan hanya BNPB. Tapi ada juga dari Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, rumah zakat, dompet dhuafa dan sebagainya," tegas Suharyanto.

Disisi lain, salah seorang penyintas banjir di Aceh Utara, Basri mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui BNPB yang telah membangun Huntara sebagai tempat tinggal dirinya bersama keluarga, dan berharap agar hunian tetap segera didirikan.

"Rumah saya sudah hilang dibawa arus banjir. Semenjak tinggal di huntara, kami sebagian warga yang berprofesi sebagai nelayan memutuskan untuk kembali melaut mencari pendapatan ekonomi keluarga," demikian Basri.

Baca juga: BNPB tegaskan bantuan korban bencana terus berjalan secara bertahap

Baca juga: Pemerintah tetapkan Renduk rehab-rekon, jadi basis alokasi anggaran

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |