Denpasar (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali melepasliarkan delapan ekor satwa dilindungi termasuk dua ekor elang yang dilaksanakan di Taman Wisata Alam (TWA) Danau Buyan-Danau Tamblingan, Kabupaten Buleleng.
"Bersama mitra, kami akan terus berkomitmen melakukan pengawasan pasca-pelepasliaran selama beberapa bulan ke depan," kata Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko di Denpasar, Bali, Sabtu.
Delapan ekor satwa dilindungi itu yakni masing-masing satu ekor elang brontok (Nisaetus cirrhatus), elang ular bido (Spilornis cheela), kemudian dua ekor landak jawa (Hystrix javanica) dan empat ekor luwak (Paradoxurus hermaphroditus roditudus).
Satwa tersebut merupakan hasil sitaan BKSDA dan serahan dari masyarakat.
Baca juga: Wamenhut lepasliarkan dua Elang Jawa di TN Gunung Halimun Salak Bogor
Sebelum dikembalikan ke alam bebas, satwa tersebut telah melalui proses rehabilitasi di Yayasan Pecinta Alam dan Kemanusiaan (PPS) Bali dan habituasi.
Tujuan habituasi, imbuh dia, untuk memastikan satwa yang dilepasliarkan itu mampu beradaptasi dengan baik di habitat barunya, sehingga mereka bisa memperkuat populasi di alam.
Selain itu, satwa-satwa yang dilepasliarkan itu telah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan kajian kesesuaian habitatnya.
Adapun kawasan TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan, dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena itu dinilai ideal untuk mendukung karakteristik habitat serta mendukung kelangsungan hidup satwa yang dilepasliarkan.
Pelepasliaran satwa itu diharapkan dapat meningkatkan populasi satwa di kawasan Danau Buyan-Danau Tamblingan dan menjadi langkah nyata dalam upaya konservasi di tingkat lokal.
Selain itu, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terkait kelestarian alam dan konservasi satwa yang diharapkan terlibat dalam kegiatan khususnya dalam pengawasan.
"Pengawasan itu untuk memastikan keberhasilan pelepasliaran dan mendapatkan data mengenai adaptasi satwa di habitat barunya," imbuh Ratna.
Dalam pelepasliaran itu dihadiri oleh Kelian (Kepala) Adat Desa Tamblingan, Kelian Banjar Tamblingan, kepala lingkungan wilayah Tamblingan, kepolisian, media serta lembaga swadaya masyarakat.
Baca juga: BKSDA Maluku lepasliarkan tujuh ekor satwa nuri ternate
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































