Belum ada klaim akibat kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz

2 weeks ago 15
Kami selalu berkoordinasi dengan Pertamina kondisi situasinya seperti apa. Semoga kapal-kapal ini bisa cepat kembali

Jakarta (ANTARA) - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance, kode emiten: TUGU), anak usaha PT Pertamina (Persero), melaporkan bahwa belum ada klaim yang diterima oleh perseroan terkait dua kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz.

Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana menyatakan bahwa pihaknya sebagai penyedia layanan asuransi bagi kedua kapal tersebut terus berkomunikasi dengan Pertamina terkait situasi tersebut.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Pertamina kondisi situasinya seperti apa. Semoga (kapal-kapal) ini bisa cepat kembali,” ujar Adi Pramana dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia menyatakan peningkatan risiko perjalanan kapal di wilayah Timur Tengah tersebut membuat pihaknya menaikkan sedikit harga premi.

“Untuk perang ini ya pasti ada sedikit peningkatan risiko, jadi ada sedikit penambahan premi. Kami benar-benar support (mendukung) pemerintah full effort (dengan segala upaya) untuk membawa kapal tersebut kembali ke Indonesia,” ucap Adi.

Baca juga: Pemerintah perkuat koordinasi untuk kapal RI lintasi Selat Hormuz

Baca juga: Indonesia mulai bahas teknis pembebasan 2 kapal dari Selat Hormuz

Direktur Teknik Tugu Insurance Fadlil Iswahyudi menyatakan asuransi yang disediakan oleh pihaknya hanya bisa diklaim jika terjadi kerusakan material pada kapal yang diasuransikan, seperti terkena serangan drone, bom, maupun torpedo dari pihak-pihak yang berperang.

Sementara itu, risiko keterlambatan pengiriman barang maupun kedatangan kapal bukan termasuk yang yang dapat diklaim.

Pihaknya pun berharap kedua kapal Pertamina tersebut dapat tiba kembali di Indonesia dengan selamat.

Basically (pada dasarnya), perang itu nggak di-cover (tidak mendapatkan klaim), kecuali kalau sampai ada torpedo, drone, atau kena bom,” kata Fadlil Iswahyudi.

Menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder per Sabtu (11/4) pukul 17.58 WIB, dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina masih berada di wilayah Teluk Persia.

Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi pada 3 menit yang lalu, sementara Kapal Gamsunoro terdeteksi berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, pada 32 jam yang lalu.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan di Jakarta, Rabu (8/4), bahwa pemerintah masih masih melakukan komunikasi dengan pihak terkait.

Ia menuturkan komunikasi terus dibangun dengan harapan dapat menemukan jalan keluar untuk kedua kapal tersebut saat ada jeda gencatan senjata selama dua pekan di Timur Tengah.

"Dengan adanya jeda dua minggu dari pada eskalasi di Timur Tengah, mudah-mudahan bisa cepat selesai," kata Bahlil Lahadalia.

Baca juga: Asuransi Tugu bukukan hasil jasa asuransi Rp1,02 triliun pada 2025

Baca juga: Asuransi Tugu harap klaim tak naik di tengah El Nino dan perang

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |