Beasiswa student-athlete bisa ringankan biaya pembinaan atlet

2 days ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Akuatik Indonesia menilai beasiswa student-athlete dapat menjadi salah satu pilihan untuk meringankan biaya pembinaan atlet di luar negeri dalam jangka panjang.

Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science PB Akuatik Indonesia Wisnu Wardhana mengatakan sistem perguruan tinggi di Amerika Serikat memungkinkan atlet menjalani pendidikan, latihan, dan kompetisi dalam satu ekosistem.

"Kalau atlet bisa diterima di Amerika Serikat, pembinaannya bisa berjalan di sana. Kita tidak perlu lagi berulang kali mengirim mereka untuk pemusatan latihan karena biaya tersebut bisa dialokasikan dalam satu program," kata Wisnu saat dihubungi dari Jakarta, Kamis.

Menurut dia, biaya yang dikeluarkan pada awal penempatan atlet memang dapat relatif besar. Namun, beban tersebut berpotensi berkurang apabila atlet menunjukkan peningkatan prestasi olahraga maupun akademik karena cakupan beasiswa yang diterima dapat bertambah.

Wisnu merujuk pada pengalamannya ketika menempuh pendidikan di Amerika Serikat dan mendapatkan peningkatan beasiswa seiring perkembangan prestasinya.

"Saya juga mengalaminya. Pada awalnya masih harus membayar biaya sekolah, tetapi seiring meningkatnya prestasi olahraga dan akademik, beasiswanya makin besar sampai akhirnya saya tidak perlu lagi membayar biaya pendidikan," ujarnya.

Baca juga: PB Akuatik kembangkan talenta lewat diaspora dan student-athlete

Wisnu menilai skema seperti itu dapat dijajaki lebih luas oleh cabang olahraga Indonesia yang tersedia dalam sistem National Collegiate Athletic Association (NCAA).

Namun, ia mengingatkan atlet yang diarahkan melalui jalur tersebut juga harus memiliki kemampuan akademik yang memadai karena tuntutan sebagai student-athlete tidak hanya berkaitan dengan prestasi olahraga.

"Atletnya juga harus siap secara akademik. Kalau sejak kecil hanya dibiasakan berlatih dan mengejar kompetisi, tetapi pendidikan serta kemampuan bahasa tidak dipersiapkan, mereka akan kesulitan ketika ingin masuk ke sistem internasional," kata Wisnu.

PB Akuatik telah mulai memanfaatkan jalur tersebut dengan mengirim atlet Indonesia ke Amerika Serikat.

"Tahun ini kami mengirim lima atlet student-athlete ke Amerika Serikat dan semuanya mendapatkan beasiswa. Dari level yang ada sekarang, kami berharap mereka secara bertahap dapat berkembang menuju level dunia," ujar Wisnu.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya PB Akuatik memberikan akses kepada atlet terhadap lingkungan latihan dan pendidikan yang dapat mendukung perkembangan mereka dalam jangka panjang.

Baca juga: PB Akuatik dukung dwi kewarganegaraan terbatas bagi diaspora

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |