BDT 2026 digelar untuk tingkatkan kemampuan memanfaatkan AI

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif menjalankan Program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 untuk menjaring talenta-talenta digital dan meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam konferensi pers peresmian BDT 2026 di Jakarta, Selasa, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam mengatakan bahwa program ini diadakan untuk membantu industri memenuhi kebutuhan pekerja dengan kemampuan teknologi digital.

"Program BDT ini merupakan pelatihan kompetensi digital yang intensif, multilevel, yang mengkombinasikan pendalaman kemampuan teknis, hard skill dan juga kemampuan interpersonal, soft skill, berbasis kurikulum industri global," kata Neil.

Ia menyampaikan, Program BDT dijalankan karena menurut studi Asia Pacific Digital Skill 2023 sekitar 73 persen pekerja tidak menggunakan keterampilan digital.

Data Kementerian Ketenagakerjaan RI tahun 2023 juga menunjukkan bahwa 53 persen perusahaan merasa kesulitan mendapatkan pekerja dengan kemampuan teknologi digital.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital memperkirakan Indonesia membutuhkan sampai 12 juta talenta digital pada 2030, tetapi hanya sekitar 9 juta talenta digital yang bisa disiapkan.​​​​​​​

Neil menyampaikan bahwa kurikulum Program BDT 2026 mencakup materi mengenai pembuatan aplikasi, perangkat lunak, dan gim serta penggunaan web dalam platform.

Baca juga: Menekraf dorong peningkatan talenta digital di sektor ekonomi kreatif

Program BDT 2026 dilaksanakan bekerja sama dengan Dicoding Indonesia.

Kegiatan pelatihan dalam program ini mencakup kelas AI praktis untuk peningkatan produktivitas, kelas penggunaan AI generatif, dan lokakarya penggunaan AI. Ketiga tahapan pembelajaran dilakukan secara daring dan luring.

"Harapan dari program ini adalah gimana kita memastikan talenta-talenta yang ada di Indonesia ini bisa memiliki kapabilitas sehingga mereka bisa tetap relevan dengan kebutuhan industri," kata Chief Executive Officer Dicoding Indonesia Narendra Wicaksono.

"Dan tentunya bisa meningkatkan produktivitas, termasuk gimana supaya industri kita juga bisa berjalan lebih baik dan bisa bersaing di level global," ia menambahkan.​​​​​​​

Pendaftaran peserta Program BDT 2026 dibuka dari 13 April sampai 31 Mei 2026. Program ini gratis dan terbuka untuk umum.

BDT 2026 ditargetkan bisa diikuti oleh 2.200 peserta, termasuk di antaranya pengembang muda yang ingin membuat aplikasi dan meningkatkan kemampuan digital.

Neil mengatakan, pelaksanaan Program BDT merupakan bagian dari upaya untuk mengakselerasi peningkatan sektor ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Kemkomdigi siapkan peserta program magang jadi talenta digital

Baca juga: Ajang kompetisi jadi wadah eksperimen talenta digital kembangkan gim

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |