Timika (ANTARA) - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua bersama Balai Veteriner Jayapura menyalurkan 500 liter disinfektan ke wilayah Nabire, Papua Tengah, untuk mencegah penyebaran penyakit African Swine Fever (ASF).
Kepala BBKHIT Papua Lutfie Natsir dalam siaran pers yang diterima di Timika, Sabtu, mengatakan untuk meningkatkan pencegahan penyebaran ASF perlu memperkuat kolaborasi antarinstansi, salah satunya membantu melakukan penyaluran bantuan disinfektan.
"Selain itu, kunci pencegahan ASF juga dengan melakukan pengawasan lalu lintas hewan, penerapan biosekuriti, dan kesadaran masyarakat melalui edukasi," katanya.
Baca juga: Pemprov Papua mengimbau peternak babi lakukan disinfektan cegah ASF
Menurut Natsir, pencegahan ASF di Tanah Papua sangat penting dilakukan karena babi memiliki nilai ekonomi yang tinggi, selain merupakan hewan ternak yang banyak dipelihara masyarakat.
"Selain itu, babi juga termasuk hewan sakral yang sering digunakan dalam acara adat dan hari-hari besar," ujarnya.
Baca juga: Balai Karantina Papua Tengah: Karpet disinfektan tekan penyebaran ASF
Dia menjelaskan pada tahun 2024 lalu lintas babi yang masuk ke Tanah Papua sebanyak 15 ribu lebih di mana data tersebut didapatkan dari jumlah sertifikasi yang dilakukan oleh BBKHIT Papua.
Oleh karena itu, perlu upaya kolaborasi dan penguatan pengawasan. Apalagi, ASF sangat mudah menular karena penularan bisa dari alat, kandang, petugas kandang yang terkontaminasi, bahkan dari sisa makanan babi yang terinfeksi.
Baca juga: BKHIT Papua Tengah sinergi bersama "stakeholder" kendalikan virus ASF
"Masyarakat harus sama-sama peduli terhadap pencegahan penyebaran ASF," katanya.
Pewarta: Ardiles Leloltery
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025