Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan penyelesaian tantangan iklim memerlukan pelaksanaan pembangunan lintas sektor yang saling melengkapi.
“Sektor kelautan dan pesisir, pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir, penerapan nature-based solution, dan penguatan tata ruang berbasis mitigasi dan risiko bencana," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Saat menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Sustainable Development Goals (SDGs), Pembangunan Berkelanjutan, dan Peran Perguruan Tinggi: Menuju Indonesia Emas 2045, dalam rangka Dies Natalis ke-61 di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Semarang, Jawa Tengah, ia juga menyampaikan bagaimana pembangunan lintas sektor juga perlu dilakukan untuk sektor sumber daya air dan pertanian.
Untuk sektor sumber daya air, menurut dia, perlu penguatan stok air dengan meningkatkan efisiensi teknologinya melalui konservasi air dan penerapan prinsip water accounting. Sedangkan dalam sektor pertanian, penerapan smart agriculture perlu diteruskan.
Dalam kesempatan tersebut, dia menekankan prinsip fundamental dari agenda SDGs 2030, yakni prinsip pemerataan dalam pertumbuhan ekonomi atau no one left behind.
Di tengah tantangan triple planetary crisis yang melanda dunia, lanjutnya, Indonesia berhasil menyelesaikan 153 atau 62,7 persen dari 244 Indikator yang dievaluasi dalam Program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) di Indonesia.
Capaian tersebut ditopang oleh komitmen untuk mengintegrasikan SDGs dalam sistem perencanaan pembangunan nasional, baik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) maupun Rencana Kerja Pemerintah (RKP), sehingga SDGs menjadi bagian dari siklus perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan nasional.
Karena itu, lanjutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan, termasuk dengan perguruan tinggi.
“UNNES pun telah mengambil peran kuat dalam agenda SDGs, khususnya melalui pendidikan, riset dan inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat. UNNES berkomitmen menyajikan data terkait implementasi dan capaian SDGs yang telah dilakukan UNNES secara transparan melalui Dasbor SDGs,” kata Rachmat.
Komitmen tersebut diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian PPN/Bappenas dan UNNES tentang Kolaborasi Perencanaan Pembangunan Nasional melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Rachmat Pambudy menerima Anugerah Konservasi UNNES 2026: Upakarti Dharmakarya Pranata Bhuana. Penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi kontribusi dan dedikasi Kepala Bappenas dalam merumuskan dan mengawal pelaksanaan SDGs di Indonesia, serta peran dalam membangun Indonesia selama empat dekade hingga saat ini.
“Universitas harus memposisikan diri bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tapi sebagai katalisator pembangunan berkelanjutan, dan tantangan kita ke depan adalah memastikan bahwa inovasi tidak boleh berhenti di laboratorium. Universitas harus ditransformasikan dalam solusi nyata. Mari kita wariskan hutan tetap hijau, sungai mengalir jernih, udara tetap bersih, dan bumi tetap terjaga untuk kehidupan anak cucu kita,” ujar dia.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































