Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi berbagai sektor industri untuk mencapai target kontribusi ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2029.
Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Rolly Rochmad Purnomo di Jakarta, Selasa, mengatakan pemerintah telah mencanangkan target kontribusi ekonomi digital terhadap PDB pada tiga tahun mendatang di angka 12-13 persen.
“Tentunya kita perlu terus mengakselerasi pertumbuhan ekosistem digital dalam negeri mengingat target kontribusi PDB ekonomi digital tahun 2029 adalah 12-13 persen,” kata Rolly.
Ia mencontohkan, industri kreatif merupakan salah satu sektor yang menjadi fokus akselerasi digitalisasi saat ini.
Baca juga: Kemnaker tegaskan kesiapan SDM adaptif hadapi transformasi teknologi
“Diperlukan percepatan digitalisasi sektor kreatif yang akan difokuskan pada sektor industri, UMKM, perdagangan, keuangan, pendidikan, kesehatan, pertanian, transportasi, energi, hingga media digital. Ini kita harus bergerak bersama,” ujar dia.
Berdasarkan data yang dibagikan, saat ini ekonomi digital berkontribusi sebesar 6,8 persen terhadap PDB nasional.
“Dengan nilai transaksi digital (GMV) setara Rp1.645 triliun (2025), sektor digital bukan lagi industri pelengkap, melainkan pilar utama ekonomi negara,” ujarnya.
Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2045, Rolly mengatakan transformasi digital memiliki peran yang sangat strategis yaitu sebagai penggerak transformasi ekonomi dan transformasi tata kelola pemerintah.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































