Banjir hambat aktivitas pagi di Pulogadung Jaktim

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Banjir setinggi sekitar 40 sentimeter (cm) menghambat aktivitas warga di ruas Jalan Bujana Tirta, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis pagi.

Genangan air muncul setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta sejak Rabu (28/1) malam.

"Iya, karena banjir, jadi arus lalu lintas di jalan juga susah, gak bisa dilalui kendaraan dalam beberapa waktu," kata pengendara motor yang bernama Jaka (37) di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis.

Sejumlah pengendara sepeda motor pun terpaksa menghentikan perjalanan mereka dan menepi untuk menghindari kerusakan mesin akibat terendam air.

Sebagian pengendara lainnya tetap nekat menerobos banjir. Namun, banyak kendaraan yang akhirnya mogok setelah air masuk ke dalam mesin, khususnya sepeda motor.

"Keadaannya begini, harus tetap kerja, tapi jalanan banjir, jadi kita terobos. Eh, malah air masuk knalpot, jadinya ga nyala mesin," ucap Jaka.

Situasi tersebut memicu antrean kendaraan dan kemacetan di sekitar lokasi, terutama pada jam berangkat kerja. Aktivitas warga pun ikut terdampak.

Para pekerja yang biasa melintasi Jalan Bujana Tirta, terpaksa mencari jalur alternatif atau menunggu air surut. Beberapa di antaranya bahkan terlambat menuju tempat kerja akibat kondisi jalan yang tergenang.

Banjir di kawasan itu terjadi karena tingginya curah hujan yang turun sejak Kamis dini hari. Selain itu, saluran drainase yang sempit di kawasan tersebut juga tidak mampu menampung volume air hujan sehingga air meluap ke badan jalan.

Petugas masih melakukan pemantauan di lokasi banjir. Pengendara diimbau agar meningkatkan kewaspadaan serta menghindari ruas jalan yang rawan genangan selama hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung.

Baca juga: Banjir rendam 20 RT dan lima ruas jalan di Jakarta

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 17 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur (Jaktim) dan Jakarta Barat (Jakbar) terendam banjir dengan ketinggian air mulai dari 30 cm hingga 1,5 meter.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, banjir yang merendam sejumlah permukiman warga di kedua wilayah itu disebabkan hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1), sehingga menyebabkan kenaikan air di Bendung Katulampa menjadi Waspada/Siaga 3.

Kemudian, lanjut Yohan, beberapa pos pantau juga menunjukkan peningkatan debit air sehingga menyebabkan Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan meluap dan mengakibatkan 17 RT terendam banjir.

Terkait ketinggian air yang masuk ke pemukiman penduduk, kata dia, khususnya di Jakarta Timur, mencapai 1,3-1,5 meter sedangkan di Jakarta Barat rerata 30 cm.

"Penyebab curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung serta Kali Pesanggrahan," ujar Yohan.

Baca juga: Puluhan motor mogok akibat terobos banjir di Jalan DI Panjaitan Jaktim

Baca juga: Rekayasa lalu lintas di Jalan DI Panjaitan diberlakukan imbas banjir

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |