Samarinda (ANTARA) - Pengelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas IA APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, mengumumkan penghentian sementara sejumlah jadwal penerbangan rute dari dan menuju Jakarta akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala UPBU Kelas IA APT Pranoto Samarinda I Kadek Yuli Sastrawan di Samarinda, Minggu, menjelaskan bahwa langkah pembatalan penerbangan tersebut harus dilakukan demi memprioritaskan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat.
"Sebaran abu vulkanik dan asap tebal di jalur udara dinilai memiliki risiko fatal karena berpotensi mengurangi jarak pandang pilot serta mengganggu performa mesin pesawat secara signifikan," ucapnya.
Adapun daftar penerbangan rute Samarinda–Jakarta (pulang-pergi) yang terdampak pembatalan operasional ini meliputi armada maskapai Batik Air dengan nomor ID 6256/6257 dan ID 6677/6676, Citilink QG 423/422, serta Garuda Indonesia GA 581/580.
Baca juga: Prabowo pantau erupsi Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik
Baca juga: Menhub sebut enam bandara ditutup sementara imbas erupsi GAK
Untuk memberikan kepastian dan perlindungan hak konsumen, Kadek mengimbau para penumpang yang jadwal terbangnya dibatalkan agar proaktif berkoordinasi dengan pihak maskapai terkait.
"Penumpang diimbau segera menghubungi pihak maskapai untuk proses perubahan jadwal (reschedule), pengembalian dana (refund), atau penanganan lanjutan," ujarnya.
Sebagai panduan, penumpang dapat menghubungi pusat layanan pelanggan Batik Air pada nomor 021-6379 8000, Citilink di 0804-1-080808, dan Garuda Indonesia di 0804-1-807-807 atau +62 21 2351 9999. Selain itu, informasi langsung dan bantuan juga dapat diperoleh melalui petugas Customer Service yang bersiaga penuh di area terminal keberangkatan Bandara APT Pranoto.
Meski rute Jakarta dihentikan sementara, pihak bandara memastikan bahwa operasional penerbangan dengan tujuan selain Jakarta hingga saat ini masih tetap berjalan normal sesuai jadwal, seperti ke Surabaya dan Yogyakarta.
Bandara APT Pranoto Samarinda bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan berkala terhadap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau demi menjamin keamanan dan keselamatan ruang udara Kaltim.
Baca juga: InJourney: 209 penerbangan tertunda akibat erupsi Anak Krakatau
Baca juga: KAI tambah satu KA tambahan tujuan Jakarta dampak erupsi Anak Krakatau
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































