Changchun (ANTARA) - "Berat 19 kilogram, terjual di lokasi!"
Di atas lapisan es tebal Danau Chagan di Kota Songyuan, Provinsi Jilin, China timur laut, lelang "ikan pertama" hasil penangkapan musim dingin yang melambangkan keberuntungan dan nasib baik berhasil disepakati, dengan disaksikan puluhan ribu pengunjung di danau tersebut.
Cuaca cerah dan langit biru membentang di atas Danau Chagan pada Kamis (8/1). Di Lapangan Nabo, tabuhan genderang menggema dan alunan musik tradisional mengalir, menandai pembukaan Festival Budaya Pariwisata Perburuan dan Penangkapan Ikan Es Danau Chagan ke-24.
Danau Chagan, yang terkenal dengan pemandangan "ikan melompat dari danau es", tampak semarak. Menjelang tengah hari, jaring pertama diangkat dan kawanan ikan menyeruak dari lapisan es, dan ikan-ikan besar melompat di atas permukaan es.
Dengan sumber daya perikanan yang kaya, Danau Chagan hingga kini masih mempertahankan cara penangkapan ikan paling orisinal dari etnis minoritas di wilayah utara China, misalnya menggunakan derek pemutar yang ditarik kuda, tombak berpilin, kail penuntun, serta jaring yang dibentangkan di bawah permukaan es. Metode produksi perikanan dan adat istiadat tradisional ini telah diwariskan selama ribuan tahun.
Danau Chagan merupakan salah satu dari 10 danau air tawar terbesar di China. Dalam bahasa Mongolia, danau ini disebut "Chagan Nur", yang berarti "danau putih" atau "danau suci".
Pada 2008, tradisi penangkapan ikan musim dingin Danau Chagan masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Nasional China.
Tradisi rakyat berbasis es dan salju telah menjadi penggerak utama perekonomian lokal. Pada musim dingin, kota kecil ini kedatangan tamu silih berganti, sementara kehidupan warga di sekitar danau kian sejahtera.
Menjelang malam, rumah makan boga bahari milik Wang Jiaji di Danau Chagan dipadati pengunjung. Belasan panci besi berisi hidangan ikan rebus mengepul hangat, aroma menggoda memenuhi ruangan, dan sajian ikan lengkap di setiap meja menarik wisatawan yang datang untuk menikmati hidangan.
Wang Jiaji, yang berusia 64 tahun dan merupakan warga asli wilayah seputar Danau Chagan, telah mengelola restoran selama lebih dari 30 tahun. Luas usahanya berkembang dari dua rumah satu lantai seluas 100 meter persegi menjadi lebih dari 900 meter persegi, dan tahun ini kembali diperluas melalui investasi tambahan.
Berlandaskan budaya, nilai tambah pariwisata Danau Chagan terus meningkat. Setiap tahun, puluhan ribu wisatawan datang untuk menyaksikan penangkapan ikan musim dingin, menikmati ikan segar, bermain di es dan salju, serta merasakan langsung adat setempat.
Nelayan mengisi truk dengan ikan yang baru ditangkap di Songyuan, Provinsi Jilin, China timur laut, pada 7 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Yan Linyun) Semakin banyak wisatawan asing juga mengunjungi kota kecil di timur laut China ini. Di lokasi penangkapan ikan musim dingin, Luis, seorang penggemar fotografi asal Spanyol, menyaksikan pemandangan "ikan melompat dari danau es" dengan penuh antusias.
"Ini pertama kalinya saya datang ke Danau Chagan untuk melihat penangkapan ikan musim dingin. Pemandangannya benar-benar menakjubkan. Saya ingin mengabadikan dan membagikannya kepada keluarga saya," ujar Luis
Di sisi lain kawasan perikanan Danau Chagan, sejumlah perusahaan logistik ekspres membuka gerai layanan khusus. Wisatawan dapat memilih ikan segar favorit dan langsung mengirimkannya melalui jasa kurir.
Di stasiun pengiriman, kotak-kotak berisi produk ikan tersusun rapi menunggu penyortiran dan pengiriman ke berbagai daerah di seluruh negeri.
"Pada tahun ini, jumlah titik pengemasan di kawasan Danau Chagan meningkat dari tiga menjadi 12, dan dilengkapi tiga unit mesin pengemasan otomatis. Sebelumnya, mengemas satu ekor ikan membutuhkan waktu lima hingga enam menit, kini hanya 30 detik. Ini tidak hanya menghemat biaya dan waktu tenaga kerja, tetapi juga membuat kemasan lebih rapi dan menarik," kata Gu Hongchen, penanggung jawab JD Logistics untuk wilayah Jibei.
Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































